LombokPost- Universitas Mataram (Unram) menggelar wisuda Oktober 2025 dalam dua sesi, yakni pada 8 dan 9 Oktober di Auditorium M Yusuf Abubakar.
Momentum ini menjadi simbol kebanggaan bagi ribuan lulusan, terutama ketika muncul kisah inspiratif Abdul Gawi, mahasiswa difabel yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi.
Acara dibuka Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. Dalam pidatonya ia menegaskan bahwa indeks prestasi kumulatif bukan satu-satunya tolok ukur kesuksesan.
“Kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan kepekaan sosiallah yang akan menentukan keberhasilan,” tegas Prof Bambang.
Pesan ini terasa relevan, terutama bagi mahasiswa difabel yang tengah menatap dunia kerja. Yang mencuri perhatian dalam Wisuda Unram Oktober 2025 adalah kehadiran Abdul Gawi, lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang juga tunanetra. “Difabel pun bisa kok lulus, jangan putus harapan dan jangan putus asa,” kata Gawi.
Pesan itu menjadi penyemangat bagi mahasiswa difabel di dalam dan luar kampus Unram. Gawi berharap Unram lebih serius mendukung mahasiswa difabel melalui kebijakan afirmatif.
“Semoga Unram memfasilitasi dan memberikan pelayanan yang layak. Bisa saja lewat kuota khusus bagi mahasiswa difabel ini wujud Unram sebagai kampus inklusif,” tutur Gawi.
Permintaan tersebut menjadi catatan penting agar konsep kampus inklusif tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan dalam praktik nyata.
Prosesi wisuda dua sesi ini berjalan khidmat dan lancar, dihadiri pimpinan universitas, senat, dosen, orang tua wisudawan, serta tamu undangan.
Selain prosesi akademik, acara juga dimeriahkan penampilan seni dari UKM Seni dan Budaya serta persembahan dari para wisudawan.
Pada Oktober 2025, Unram mewisuda sebanyak 2.328 lulusan dari program diploma, sarjana, magister, dan doktor.
Angka ini menunjukkan komitmen Unram mewujudkan kampus inklusif yang mencetak lulusan berintegritas dan berdaya saing.
Kisah Abdul Gawi menjadi inspirasi nyata bahwa mahasiswa difabel mampu meraih prestasi luar biasa.
Momentum wisuda ini diharapkan menjadi awal baru bagi para lulusan, khususnya mahasiswa difabel, untuk mengamalkan ilmu, menebar semangat kebersamaan, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Editor : Siti Aeny Maryam