Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keren, SDN 19 Cakranegara Sulap Sampah Plastik Jadi Kursi Ramah Lingkungan

Ali Rojai • Senin, 13 Oktober 2025 | 04:31 WIB
Guru dan siswa SDN 19 Cakranegara mengolah ratusan kilogram sampah plastik menjadi kursi di sekolah setempat, pekan lalu. Sekolah ini sulap sampah plastik jadi kursi ramah lingkungan.
Guru dan siswa SDN 19 Cakranegara mengolah ratusan kilogram sampah plastik menjadi kursi di sekolah setempat, pekan lalu. Sekolah ini sulap sampah plastik jadi kursi ramah lingkungan.

LombokPost- Komiten SDN 19 Cakranegara dalam menjaga lingkungan patut diapresiasi. Sekolah ini berhasil mengubah 100 kilogram sampah plastik menjadi kursi ramah lingkungan yang kini dimanfaatkan siswa dan guru di area sekolah.

Langkah kreatif ini menjadi bagian dari upaya sekolah mengurangi sampah plastik sekaligus menanamkan perilaku peduli lingkungan sejak dini kepada peserta didik.

Dalam prosesnya, setiap kursi hasil inovasi tersebut membutuhkan sekitar 5 kilogram sampah plastik. Sampah anorganik yang tidak laku dijual diolah menjadi ecobrick, kemudian dirangkai menjadi kursi fungsional yang kuat dan estetis.

Pembina Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram I Made Wibisana Gunaksa mengapresiasi inisiatif SDN 19 Cakranegara.

“SDN 19 Cakranegara adalah sekolah terbaik dalam pengelolaan sampah di Kota Mataram. Buktinya, sekolah ini menjadi juara PJAS Aman tingkat nasional,” ungkap Wibi, sapaan akrabnya.

Sebelumnya, SDN 19 Cakranegara sudah lebih dulu mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos melalui sistem lubang besar (gumbleng) dan lubang kecil (paralon). Kini, sekolah berinovasi memanfaatkan sampah plastik yang sulit dijual agar tetap bernilai guna.

“Total ada 100 kilogram sampah plastik yang dimanfaatkan menjadi kursi,” kata Wibi.

Ia menegaskan, pengurangan sampah plastik di Kota Mataram harus dimulai dari sekolah. Sebab, perubahan perilaku akan lebih mudah ditanamkan kepada anak-anak dibanding orang dewasa.

“Anak-anak adalah agen perubahan. Kalau mereka terbiasa memilah dan mengelola sampah sejak dini, perilaku itu akan terbawa sampai dewasa,” tambah Wibi.

Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini menjelaskan, program pengelolaan sampah sudah dijalankan sekolah sejak 2019. Pada awalnya, sekolah fokus mengelola sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik dijual. Namun kini beralih pada pengolahan sampah plastik non-ekonomis menjadi kursi fungsional berbasis ecobrick.

“Dengan kreativitas dan kerja sama bersama DLH Kota Mataram, kami ingin menunjukkan bahwa sampah bukan masalah, tapi sumber pembelajaran dan inovasi,” tutur Sri.

Program pengelolaan sampah plastik menjadi kursi ramah lingkungan di SDN 19 Cakranegara kini menjadi contoh baik bagi siswa. Langkah kecil yang dilakukan sekolah dasar ini menunjukkan dampak besar seperti berkurangnya sampah, meningkatnya kepedulian siswa, dan lingkungan yang semakin hijau.

Pembina Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram I Made Wibisana Gunaksa bersama Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini mencoba kursi ramah lingkungan yang dibuat dari sampah plastik.
Pembina Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram I Made Wibisana Gunaksa bersama Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini mencoba kursi ramah lingkungan yang dibuat dari sampah plastik.

“Kami ingin menjadikan sekolah sebagai pusat perubahan perilaku, karena dari sinilah budaya bersih dan tanggung jawab terhadap sampah bisa tumbuh,” pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Kota Mataram #Sampah Plastik #Ecobrick #DLH Kota Mataram #kursi #organik #PJAS Aman #SDN 19 Cakranegara #estetis #pupuk kompos #sulap #siswa