LombokPost- SMPN 8 Mataram terus menunjukkan komitmennya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berpihak kepada semua siswa. Sekolah ini menjadi salah satu lembaga pendidikan di Kota Mataram yang menerapkan model pendidikan inklusif sekaligus Sekolah Ramah Anak (SRA).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, setara, dan mendukung bagi semua siswa, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Kepala SMPN 8 Mataram Sulasmi menjelaskan, penerapan pendidikan inklusif memberi kesempatan bagi ABK untuk belajar bersama dengan siswa reguler dalam satu ruang kelas.
“Sekolah menyediakan dukungan dan fasilitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu setiap anak, termasuk ABK,” ujar Sulasmi.
Menurutnya, pendekatan pendidikan inklusif di SMPN 8 Mataram menekankan kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua.
Hal ini bertujuan memastikan setiap anak memiliki akses yang sama terhadap pembelajaran berkualitas tanpa diskriminasi.
Selain itu, SMPN 8 Mataram juga memperkuat perannya sebagai SRA. Melalui program ini, sekolah berkomitmen menciptakan suasana belajar yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perundungan (bullying).
“Sebagai Sekolah Ramah Anak, kami menjamin semua kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan mengutamakan perlindungan dan penghargaan terhadap hak-hak anak,” tegas Sulasmi.
Ia menambahkan, prinsip utama dari SRA adalah memastikan hak setiap siswa untuk berpartisipasi aktif, merasa aman, dan mendapatkan pendidikan terbaik dalam suasana yang menyenangkan.
“Dengan menggabungkan konsep pendidikan inklusif dan SRA, kami berupaya menciptakan ekosistem sekolah yang tidak hanya mengakui keragaman, tetapi juga merayakan perbedaan sebagai kekuatan bersama,” kata Sulasmi.
Ia berharap, penerapan pendidikan inklusif dan SRA dapat menghadirkan pendidikan yang lebih humanis, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh siswa.
Editor : Siti Aeny Maryam