LombokPost- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII melakukan audit kinerja Universitas Mataram (Unram) tahun 2025.
Kunjungan audit ini menilai tata kelola, efektivitas program, serta mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di Unram.
Rektor Universitas Mataram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo menyambut baik pelaksanaan audit kinerja BPK RI di Unram sebagai langkah penting memperkuat transparansi dan akuntabilitas perguruan tinggi.
“Kami menyambut tim BPK RI sebagai mitra strategis dalam memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan tinggi. Audit ini bukan sekadar kewajiban, tapi momentum refleksi agar Unram semakin adaptif terhadap kebijakan baru,” ujar Prof. Bambang.
Audit kinerja Unram 2025 yang dilakukan BPK RI dan LLDIKTI Wilayah VIII tidak hanya menyoroti aspek keuangan. Tetapi juga mencakup efektivitas program, layanan akademik, dan implementasi kebijakan pendidikan tinggi berbasis regulasi terbaru.
Menurut Prof. Bambang, Universitas Mataram mendukung penuh langkah BPK RI dalam memastikan tata kelola pendidikan tinggi berjalan transparan, adaptif, dan berkelanjutan. Ia menegaskan, audit ini menjadi bagian dari komitmen Unram untuk terus memperkuat sistem akuntabilitas publik.
Sementara itu, Ketua Tim BPK RI, Luky Desriyani menjelaskan, audit kinerja perguruan tinggi menjadi instrumen penting memastikan pengelolaan anggaran negara di sektor pendidikan tepat sasaran.
“Audit ini tidak hanya menilai laporan, tetapi juga memastikan perguruan tinggi mampu melaksanakan kebijakan akreditasi baru dengan efektif dan berkeadilan. Kami ingin mutu pendidikan benar-benar terjamin di lapangan, bukan hanya di atas kertas,” tegas Luky.
Dalam audit tersebut, Luky turut menyoroti implementasi Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 tentang sistem akreditasi nasional yang kini dibagi menjadi tiga kategori, terakreditasi, tidak terakreditasi, dan unggul.
Ia menilai kebijakan ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia, termasuk Unram.
Menurut Luky, target minimal 60 persen program studi berstatus unggul menuntut kesiapan kampus dalam peningkatan mutu berkelanjutan.
“Kami berharap audit kinerja Unram menjadi contoh penerapan tata kelola yang berintegritas dan berdaya saing,” tambah Luky.
Melalui audit kinerja Universitas Mataram 2025, BPK RI dan LLDIKTI VIII berharap tata kelola, akuntabilitas, dan mutu pendidikan tinggi di NTB terus meningkat. Unram dinilai memiliki potensi besar menjadi model perguruan tinggi berintegritas dan berdaya saing di Indonesia Timur.(*)
Editor : Kimda Farida