LombokPost- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB memberikan tenggat waktu dua bulan kepada seluruh SMA, SMK, dan SLB untuk memperbaiki Data Pokok Pendidikan (Dapodik), khususnya yang berkaitan dengan kondisi infrastruktur sekolah.
Langkah ini menjadi dasar pemerintah dalam menentukan sekolah penerima program revitalisasi di NTB.
Plt Kepala Dikbud NTB Lalu Hamdi mengatakan, ada sekitar 4.114 ruang kelas di NTB yang mengalami kerusakan. Rinciannya, 1.804 ruang rusak ringan, 1.785 rusak sedang, dan 785 rusak berat.
“Kami sedang memvalidasi Dapodik agar datanya sesuai kondisi riil sekolah. Dari hasil itu, Kementerian bisa menentukan sekolah mana yang layak menerima bantuan revitalisasi,” jelas Hamdi.
Menurutnya, validasi Dapodik sangat penting agar data yang dikirim ke pusat akurat dan bisa menjadi dasar kebijakan pembangunan. Karena itu, Dikbud NTB memberi waktu dua bulan kepada satuan pendidikan untuk memperbarui data sekolah masing-masing.
“Kita kasih batas waktu dua bulan dari sekarang. Semua sekolah wajib memperbarui Dapodik sesuai kondisi sebenarnya,” tegas Hamdi.
Data terbaru nantinya akan menjadi rujukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mengalokasikan dana pembangunan maupun revitalisasi sekolah di NTB.
Hamdi mengakui, program revitalisasi sekolah di NTB memang sudah berjalan, namun belum mencakup semua sekolah yang mengalami kerusakan fisik. “Masih banyak sekolah yang belum diperbaiki, padahal kondisinya sudah memprihatinkan,” ungkap Hamdi.
Ia menambahkan, pemerintah akan memprioritaskan sekolah-sekolah yang datanya valid di Dapodik dan telah melaporkan kondisi terkini bangunan. Selain masalah kerusakan, pihaknya juga mencatat kekurangan 1.070 ruang kelas di seluruh NTB. Dari total 8.719 rombongan belajar (rombel), hanya tersedia 7.649 ruang kelas.
“Kekurangan ruang kelas ini harus segera diatasi. Kementerian akan melihat data Dapodik untuk menentukan alokasi pembangunan baru,” terang Hamdi.
Ia mengingatkan pentingnya setiap sekolah memperbarui Dapodik agar kebijakan pembangunan dan revitalisasi sekolah di NTB bisa tepat sasaran.Ia menegaskan, dua bulan ke depan menjadi masa krusial bagi seluruh SMA, SMK, dan SLB untuk memperbaiki data Dapodik.
Validasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan dasar penting untuk mempercepat realisasi revitalisasi sekolah rusak di NTB.
Dengan data yang akurat, kata Hamdi, diharapkan program pembangunan ruang kelas baru dan perbaikan infrastruktur sekolah dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan di seluruh kabupaten/kota di NTB.
“Perbaiki Dapodik sekarang agar sekolah bisa segera mendapat manfaat revitalisasi,” pungkas Hamdi.
Editor : Siti Aeny Maryam