LombokPost – Di era disrupsi digital dan perubahan pasar kerja yang sangat cepat, meniti karir bukan lagi sekadar mengikuti jalur yang sudah ada, melainkan sebuah seni adaptasi berkelanjutan.
Generasi masa kini, yang akrab disapa Gen Z atau milenial, menghadapi tantangan unik yang menuntut lebih dari sekadar ijazah formal.
Lalu, apa sebenarnya kunci utama yang membedakan mereka yang sukses dengan yang jalan di tempat?
Jawabannya terletak pada satu prinsip fundamental yang sering terlupakan: kemauan untuk terus belajar.
Keberhasilan tidak hanya diukur dari posisi saat ini, tetapi dari seberapa cepat seseorang bisa mengakuisisi keterampilan baru yang relevan dengan masa depan.
Oleh karena itu, bagi generasi kini, menjadikan pembelajaran sebagai gaya hidup adalah modal utama untuk membangun karir yang cemerlang dan tahan banting.
Menurut Direktur BCA A Widodo M dikatakan bagi generasi muda yang ingin sukses meniti karir, dengan memberikan penekanan khusus pada pentingnya Integritas, Etika, dan Inklusivitas sebagai nilai yang tidak bisa ditawar.
Integritas dinilai sebagai fondasi yang harus dipertahankan di tengah dinamika perkembangan dunia kerja.
Menurutnya, growth mindset menjadi hal yang penting dalam manuver karir agar dirinya dapat adaptif dan resilien walau sempat merasakan terpaan badai krisis ekonomi pada tahun 98 silam.
”Meskipun teman-teman nantinya mengeksplorasi berbagai peran dalam pekerjaan, sama halnya seperti saya, kita tetap harus mengutamakan work-life balance,” pesannya.
Meski perkembangan dunia terus berubah, dirinya sebagai generasi baby boomer, kata Widodo, ia terus berusaha belajar terhadap perkembangan zaman.
“Saya pun tidak malu bertanya dengan yang lebih muda,” ucapnya.
Ia mengaku senantiasa giat mempelajari berbagai hal dan berusaha selalu terhubung dengan hal-hal baru. Yang tidak kalah penting menurutnya, kunci dari keberhasilan dalam meniti karir adalah pentingnya meningkatkan emotional intelligence agar dapat terbuka menerima masukan.
Widodo turut memberikan serangkaian tips untuk berkarir pasca wisuda. Menurutnya, memiliki faktor pembeda dapat menjadi daya tarik apabila individu dapat membentuk hal tersebut menjadi sebuah keunikan.
Perlunya membuat action plan dengan metode SMART (Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, Timely) agar target yang dimiliki lebih konkrit. Widodo minta generasi muda kini bisa mempertahankan nilai integritas, etika, dan inklusivitas.
Editor : Siti Aeny Maryam