LombokPost- Mutu pendidikan Kota Mataram 2025 menjadi sorotan dalam Bincang Mutu Pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan Kota Mataram (DPM) di Rumah Makan Bedahar, Jalan Lingkar Selatan, Rabu (3/12).
Kegiatan ini mendatangkan sejumlah kepala bidang di Disdik Kota Mataram, para pengawas sekolah, hingga kepala sekolah dari berbagai jenjang. Forum ini membahas capaian, masalah, dan arah peningkatan kualitas pendidikan di Kota Mataram.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Mataram Prof Tajuddin menuturkan, mutu pendidikan Mataram 2025 mengalami peningkatan. Raport pendidikan yang sebelumnya didominasi warna merah dan kuning, kini bergeser menjadi kuning dan hijau.
“Ada kenaikan, tapi belum menggembirakan. Kota Mataram adalah ibu kota provinsi dan menjadi acuan daerah lain,” ujar Prof Tajuddin.
Namun, di tengah kenaikan mutu pendidikan Kota Mataram 2025 itu, DPM menemukan fakta mengejutkan, masih ada siswa SMP yang belum bisa membaca. Prof Tajuddin menyebut, kondisi ini sebagai “kesalahan berjamaah” yang melibatkan seluruh ekosistem pendidikan. Mulai dari perguruan tinggi (PT) yang melahirkan calon guru, hingga proses input, pembelajaran, hingga output sekolah.
“Di kampus saja banyak yang tidak bisa menulis dengan baik. Huruf besar,kecil tidak paham karena tidak diajarkan nulis halus,” tegas Prof Tajuddin.
Menurutnya, persoalan literasi bukan hanya di Kota Mataram. Secara nasional, literasi masih rendah, sekitar 75 persen. Namun, ia menyebut literasi di Kota Mataram sudah lebih baik karena beberapa sekolah mulai melakukan terobosan nyata.
Salah satunya SMPN 4 Mataram yang berada di kawasan rawan konflik. Sekolah ini mengajarkan bahasa halus dan adat istiadat sebagai pendekatan literasi yang juga meredam potensi intoleransi.
Untuk menguatkan mutu pendidikan Kota Mataram 2025, Prof Tajuddin meminta Disdik Kota Mataram menyiapkan desain kebijakan yang menyeluruh dan seragam di semua sekolah.
Prof Tajuddin mendorong program membaca sebelum KBM, kewajiban khatam satu buku setiap bulan, serta penguatan program literasi lainnya.
Dengan berbagai catatan tersebut ia berharap mutu pendidikan Mataram benar-benar meningkat dan menjadi model bagi kabupaten/kota lain di NTB.(*)
Editor : Pujo Nugroho