LombokPost- Program dana revitalisasi sekolah di Mataram dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai digulirkan dan langsung menyentuh puluhan satuan pendidikan.
Pada tahap pertama, dana revitalisasi sekolah di Mataram disalurkan kepada 8 SMP negeri, 2 SMP swasta, dan 17 SD negeri. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan berbasis data Dapodik yang akurat.
Besaran dana revitalisasi sekolah di Mataram berbeda-beda pada tiap satuan pendidikan. Untuk jenjang SD, anggaran tertinggi mencapai Rp 999 juta dan diterima SDN 10 Ampenan. Dana besar ini digunakan untuk pembangunan toilet, rehabilitasi ruang kelas, serta pembangunan ruang administrasi.
Sementara SD lain yang hanya membutuhkan pembangunan toilet menerima alokasi sekitar Rp 115 juta. Penyaluran dana revitalisasi sekolah di Mataram diproyeksikan mampu memperbaiki kondisi sarpras secara signifikan dan merata.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf menegaskan, sekolah penerima dana revitalisasi di Mataram wajib menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam pelaksanaannya. Pihak kementerian bahkan memanggil kepala sekolah, konsultan perencana, dan konsultan pengawas untuk melaporkan progres tahap pertama.
“Sekolah harus merekrut tenaga profesional, khususnya sarjana teknik yang memiliki sertifikasi konsultan perencana maupun pengawas,” ucap Yusuf.
Meski demikian, tidak semua sekolah berhasil lolos sebagai penerima dana revitalisasi sekolah di Mataram. Salah satu syarat mutlak adalah kelengkapan data Dapodik yang harus diperkuat dokumen hasil pemeriksaan Dinas PUPR.
“Ini menjadi kendala bagoi sekolah, terutama pada jenjang TK. Dari 18 kuota untuk TK , hanya 2 yang lolos karena tidak memenuhi kelengkapan administrasi,” tutur Yusuf.
Ia mengungkapkan, tahun depan alokasi dana revitalisasi sekolah di Mataram akan meningkat hingga dua kali lipat dengan target mencapai 50 sekolah, mulai dari TK, SD, hingga SMP.
Yusuf mengimbau, seluruh sekolah segera memperbarui Dapodik dan melengkapi dokumen teknis agar tidak kehilangan peluang mendapatkan anggaran besar dari pemerintah pusat.
“Dana revitalisasi sekolah di Mataram diberikan berdasarkan data Dapodik yang benar-benar mutakhir. Sekolah yang siap secara administrasi berpeluang besar memperoleh bantuan revitalisasi demi meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” tukasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam