LombokPost- Desa Tetebatu Lombok Timur terus memantapkan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan dengan mengembangkan paket wisata edukatif berbasis potensi lokal.
Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Manajemen Paket Wisata Edukatif di Desa Tetebatu Lombok Timur.
Program pengabdian ini dilaksanakan oleh Tim Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram bekerja sama dengan Kemendikbudristek melalui skema Kampus Berdampak Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM.
Fokus pendampingan diarahkan pada penguatan kemampuan masyarakat dalam menyusun dan mengelola paket wisata edukatif Desa Tetebatu secara profesional.
Kegiatan tersebut diikuti oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, serta pemuda desa yang aktif di sektor pariwisata. Para peserta dibekali materi seputar perencanaan paket wisata edukatif, penyusunan itinerary, penentuan harga, teknik pemanduan wisata, hingga strategi promosi paket wisata yang efektif.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STP Mataram Dr Fathurahim menegaskan, bahwa wisata Desa Tetebatu tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang kuat dari aktivitas keseharian masyarakat.
“Daya tarik Desa Tetebatu bukan sekadar panorama alam, tetapi juga wisata edukasi dari kegiatan pertanian dan perkebunan masyarakat lokal. Ini yang kami dorong untuk dikemas menjadi paket wisata bernilai jual,” ujar Fathurahim
Menurutnya, pendampingan ini bertujuan agar masyarakat mampu merancang paket wisata edukatif Desa Tetebatu yang terstruktur, menarik, dan berkelanjutan.
Dengan begitu, aktivitas wisatawan dapat bertambah dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Selama pelatihan, peserta juga melakukan simulasi teknik pemanduan wisata menggunakan paket wisata edukatif yang telah mereka susun.Aktivitas wisata melibatkan langsung masyarakat seperti pertanian dan perkebunan. Sehingga pendekatan partisipatif ini memudahkan peserta memahami penerapan konsep di lapangan.
Sekretaris Desa Tetebatu Uhel Maidah menyampaikan apresiasi atas pendampingan tersebut. Ia menilai banyak potensi wisata edukatif Desa Tetebatu yang selama ini belum tergarap optimal, terutama yang berbasis inovasi dan teknologi.
“Pengembangan green house dan agrowisata trigona sangat relevan karena sesuai dengan keseharian warga yang mayoritas bertani. Ini bisa menjadi atraksi wisata edukatif yang khas,” jelas Uhel.
Ia menambahkan, melalui pendampingan ini masyarakat menjadi lebih memahami cara mengelola potensi desa agar lebih produktif dan bernilai ekonomi, tanpa meninggalkan budaya dan kearifan lokal.
Melalui program pengabdian masyarakat ini, Uhel berharap Desa Tetebatu Lombok Timur mampu memiliki sumber daya manusia dengan kemampuan manajerial yang mumpuni dalam mengelola paket wisata edukatif. Sekaligus memperkuat posisi Tetebatu sebagai destinasi wisata berkelanjutan di NTB.
Editor : Kimda Farida