LombokPost - Tim dosen Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.
Berfokus pada penguatan kapasitas Industri Rumah Tangga (IRT) Al-Hikmah sebagai pengolah kelapa menjadi minyak goreng kelapa.
"Program ini bertujuan mendorong produk olahan kelapa lokal agar naik kelas, memiliki kualitas lebih baik, serta berdaya saing di pasar yang lebih luas," terang Ketua PKM UMMAT Novi Yanti Sandra Dewi, Rabu (31/12).
Bersama anggota tim Aqodiah dan Ahadiah Agustina yang seluruhnya merupakan dosen UMMAT, kegiatannya memberikan pendampingan komprehensif mulai dari aspek produksi, manajemen usaha, pemasaran digital, hingga edukasi legalitas produk.
IRT Al-Hikmah selama ini berperan penting sebagai solusi atas surplus kelapa tua dan kering yang sulit dipasarkan oleh petani Desa Pemenang Timur. Namun, keterbatasan peralatan produksi yang masih manual, pengelolaan usaha yang belum tertata, serta belum adanya sertifikasi halal menjadi kendala dalam pengembangan usaha.
“Kegiatan ini kami rancang untuk memperkuat IRT Al-Hikmah sebagai penggerak ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan nilai tambah kelapa masyarakat melalui pendampingan penerapan teknologi tepat guna dan penguatan manajemen usaha berbasis kemandirian komunitas,” jelas Novi.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pendampingan penerapan teknologi tepat guna, pembukuan keuangan digital, pengemasan produk bermerek dengan standar yang lebih baik, serta pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.
Pada aspek legalitas, tim pengabdian turut melakukan edukasi proses sertifikasi halal sebagai upaya meningkatkan kepercayaan konsumen dan kepatuhan terhadap regulasi. Sertifikasi halal diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk minyak kelapa IRT Al-Hikmah untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan formal.
Kegiatan PKM ini terselenggara atas dukungan pendanaan dari Program Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Kementerian Agama (Kemenag) RI Tahun 2025, melalui skema Pengabdian Masyarakat Berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam Bidang Ekonomi Umat, Pangan, Produk, dan Wisata Halal.
"Dukungan tersebut menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam memperkuat ekonomi umat berbasis potensi lokal," jelasnya.
Melalui kegiatan ini, tim dosen UMMAT berharap IRT Al-Hikmah dapat tumbuh menjadi usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal di Kabupaten Lombok Utara, sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma pengabdian kepada masyarakat.
Owner IRT Al-Hikmah Baiq Baital Islami mengaku sangat terbantu, dengan adanya pendampingan dari tim dosen UMMAT. Menurutnya, kegiatan ini membawa perubahan nyata dalam pengelolaan usaha yang selama ini dijalankan secara sederhana.
“Alhamdulillah, melalui pendampingan ini kami jadi memahami cara produksi yang lebih efisien, pencatatan keuangan yang rapi, hingga pemasaran secara online. Kami optimistis usaha IRT Al-Hikmah bisa berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi petani kelapa di desa kami,” terangnya.
Program pengabdian ini juga berdampak langsung bagi petani kelapa Desa Pemenang Timur sebagai pemasok bahan baku. Peningkatan kapasitas produksi IRT Al-Hikmah membuka peluang serapan kelapa tua dan kering yang sebelumnya bernilai rendah, sehingga turut mendorong peningkatan pendapatan masyarakat desa.
Editor : Kimda Farida