LombokPost- Wacana penerapan Full Day School di Kota Mataram segera memasuki tahap uji lapangan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana memulai uji coba pada pekan pertama Januari, sebelum kebijakan tersebut ditetapkan secara resmi melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota.
Uji coba ini menjadi langkah awal Pemkot Mataram untuk melihat kesiapan sekolah tingkat dasar hingga menengah. Sekaligus mengukur respons siswa dan orang tua terhadap perubahan jam belajar.
Kebijakan ini digadang-gadang menjadi bagian dari penguatan mutu pendidikan dan pengelolaan waktu belajar yang lebih efektif.
Sebagai persiapan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) telah membahas teknis pelaksanaan uji coba.
Hasilnya, para kepala sekolah menyatakan antusias dan siap melaksanakan simulasi kebijakan tersebut.
Meski demikian, pemerintah menegaskan uji coba ini bersifat sementara. Evaluasi akan dilakukan sebelum kebijakan diterapkan secara permanen di seluruh sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf menjelaskan, dalam skema Full Day School, jam masuk sekolah dimulai pukul 07.30 WITA dan berakhir pukul 15.30 WITA.
Kendati siswa berada di sekolah lebih lama, Yusuf memastikan tidak ada pengurangan jam belajar.
“Total waktu belajar tetap sekitar delapan jam per hari. Untuk menjaga kondisi fisik siswa, disiapkan dua kali waktu istirahat, yakni pukul 10.00-11.00 WITA dan 12.00-13.00 WITA,” jelas Yusuf.
Terkait kebutuhan gizi, Yusuf menegaskan tidak ada kendala karena telah didukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diharapkan mampu menjaga stamina dan konsentrasi siswa hingga jam pulang.
“Dengan dukungan MBG, anak-anak tetap fokus mengikuti pembelajaran meski jam sekolah hingga sore,” ujar Yusuf.
Selain jadwal harian, kebijakan ini berdampak pada pola kegiatan mingguan.
Seluruh kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler akan difokuskan pada hari Sabtu.
Sementara bagi para guru, hari Sabtu ditetapkan sebagai Jam Belajar Guru.
Waktu tersebut dimanfaatkan untuk refleksi pembelajaran, diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD), serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Melalui uji coba serentak ini, Yusuf berharap dapat memetakan kondisi riil di lapangan.
Evaluasi terhadap efektivitas jam belajar, kenyamanan anak, serta kesiapan sekolah akan menjadi penentu keberlanjutan kebijakan Full Day School di Kota Mataram.
Editor : Kimda Farida