LombokPost - Program uji coba Full Day School (FDS) atau lima hari sekolah untuk jenjang SD dan SMP di Kota Mataram dijadwalkan mulai 12 Januari mendatang. Kebijakan ini menjadi bagian transformasi sistem pendidikan sekaligus penyesuaian jam kerja ASN agar sejalan dengan peningkatan kualitas waktu keluarga.
Uji coba FDS SD dan SMP ini bersifat terbatas. Sekolah tidak bisa langsung menerapkannya tanpa memenuhi syarat utama, yakni sosialisasi masif kepada orang tua siswa, komite sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik.
Sosialisasi menjadi kunci agar kebijakan lima hari sekolah tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.
“Hasil kesepakatannya, rencana akan dimulai full day school atau 5 hari sekolah pada tanggal 12 Januari. Tapi ini masih tahap uji coba,” ujar perwakilan MKKS SMP Kota Mataram Sri Wahyu Indriani usai rapat koordinasi di Aula SMPN 14 Mataram, Kamis (8/1).
Ia menjelaskan, kebijakan FDS merupakan gagasan Wali Kota Mataram. Tujuan utamanya memberikan quality time bagi siswa bersama keluarga pada akhir pekan. Dengan skema lima hari sekolah, hari Sabtu dan Minggu diharapkan dimanfaatkan untuk interaksi anak dan orang tua.
Saat ini, koordinasi intensif berlangsung antara K3S, MKKS, Dinas Pendidikan, dan BKPSDM Kota Mataram. Sinkronisasi jam kerja ASN menjadi perhatian utama agar pelaksanaan uji coba FDS berjalan serentak tanpa kendala administrasi, terutama terkait absensi online.
Beberapa sekolah diberi ruang menyesuaikan lebih cepat. Salah satunya SMPN 6 Mataram yang berencana sosialisasi lebih awal melalui pertemuan daring dengan wali murid. Jika hasilnya menunjukkan kesiapan, sekolah tersebut berpeluang memulai lima hari sekolah lebih dulu, meski target utama tetap penerapan serentak pada pertengahan Januari.
“Secara prinsip, kepala sekolah sepakat dengan uji coba Full Day School SD dan SMP demi keseragaman sistem. Namun keputusan final tetap menunggu hasil pembahasan lanjutan,” jelas Sri.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf menegaskan, sosialisasi lima hari sekolah dilakukan secara masif melalui K3S dan MKKS. Ia memastikan tidak ada kesalahpahaman terkait hari libur guru.
“Hari Sabtu guru dan siswa libur. Namun jika ada kegiatan seperti workshop atau peningkatan kompetensi, bisa dilaksanakan pada Sabtu,” tegas Yusuf.
Melalui uji coba FDS ini, Yusuf berharap tercipta keseimbangan antara kualitas pendidikan, efektivitas kerja ASN, dan keharmonisan keluarga siswa di Kota Mataram.
Editor : Marthadi