LombokPost- Kebijakan Full Day School (FDS) di Kota Mataram segera memasuki tahap uji coba. Uji coba jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai 12 Januari mendatang, menyusul persiapan teknis yang telah dimatangkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram.
Melalui uji coba ini, skema jam belajar siswa akan disesuaikan. Meski waktu di sekolah lebih panjang, Disdik memastikan durasi efektif belajar tidak berkurang. Rata-rata jam belajar siswa tetap delapan jam per hari.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf menjelaskan, FDS dimulai pukul 07.30 Wita dan siswa pulang pukul 15.30 Wita.
“Kami akan melaksanakan uji coba FDS terlebih dahulu. Masuk jam 07.30 Wita dengan waktu istirahat dua kali,” ujar Yusuf.
Istirahat pertama dijadwalkan pukul 10.00-11.00 Wita, sedangkan istirahat kedua berlangsung pukul 12.00-13.00 Wita.
Pengaturan ini bertujuan agar siswa memiliki waktu istirahat cukup selama mengikuti jam belajar.
Uji coba FDS juga diintegrasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yusuf memastikan distribusi MBG menyesuaikan jadwal baru agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi selama menjalani FDS.
Kebijakan lima hari sekolah ini memberi ruang pemanfaatan hari Sabtu untuk kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, maupun workshop peningkatan kompetensi guru dan siswa. Jika tidak ada agenda khusus, hari Sabtu menjadi hari libur.
“Kalau tidak ada kegiatan, guru dan siswa bisa libur. Anak-anak bisa lebih banyak waktu bersama orang tuanya,” jelas Yusuf.
Sebelumnya, Yusuf telah menggelar pertemuan dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP. Kepala sekolah menyatakan antusias dan siap menjalankan uji coba tersebut.
Pemerintah tetap akan mengevaluasi selama masa uji coba. Respons siswa dan orang tua menjadi perhatian utama sebelum FDS diterapkan permanen melalui surat edaran Wali Kota Mataram.
Editor : Akbar Sirinawa