LombokPost - Meski pelantikan kepala SMA/SMK definitif telah digelar, sebanyak 38 jabatan kepala sekolah (kasek) di NTB masih kosong. Dari total 56 posisi yang lowong, baru 26 yang berhasil didefinitifkan.
Plt Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikpora NTB Rizaldi mengatakan, pengisian jabatan kasek definitif sudah lama diusulkan mengingat banyaknya posisi strategis yang kosong.
Namun, jadwal seleksi jabatan kasek masih menunggu instruksi pimpinan daerah.
“Yang pasti kita kan sudah lama mengusulkan pengajuan, tergantung pimpinan, kita tunggu perintah saja,” ungkap Rizaldi.
Dalam seleksi kasek definitif, pihaknya menyiapkan dua mekanisme, yakni reguler dan nonreguler. Skema tersebut akan menentukan teknis pelaksanaan di lapangan serta jumlah peserta yang bersaing memperebutkan 38 jabatan kosong di NTB.
Jika mekanisme reguler dipilih, Rizaldi menyebut jumlah peserta seleksi dipastikan membeludak hingga dua kali lipat dari kuota yang tersedia. Dengan total 38 jabatan kosong, sedikitnya 76 peserta akan mengikuti tes substansi.
“Kalau menggunakan mekanisme reguler, maka yang mengikuti tes itu dua kali lipat dari kuota. Misalnya kita butuh 38, berarti yang ikut tes substansi 76 orang,” jelas Rizaldi.
Selain mekanisme reguler, tersedia skema nonreguler dalam pengisian kasek definitif. Pada mekanisme ini, proses diawali seleksi administrasi. Setelah dinyatakan lolos, calon pejabat akan langsung ditugaskan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau Gubernur.
“Kalau nonreguler kita hanya menyeleksi administrasi sebanyak 38, lalu ditugaskan oleh PPK atau Gubernur. Setelah ditugaskan baru kemudian ikut pelatihan,” tambah Rizaldi.
Rizaldi menegaskan, pengisian jabatan kasek tahun ini tidak lagi bergantung pada pemerintah pusat. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sempat melalui program piloting nasional, seluruh anggaran seleksi kini bersumber dari APBD.
“Kita mandiri, sudah enggak ada APBN. Kemarin kan hanya piloting itu,” tegas Rizaldi.
Editor : Prihadi Zoldic