Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMK Jangan Kaku! Kabid SMK NTB: Kurikulum Harus Ikuti Kemauan Industri

Nurul Hidayati • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:10 WIB
Perkuat Karakter dan Kompetensi, Astra Motor NTB Resmi Gandeng SMKN 1 Jonggat & SMKN 1 Buer dalam Kelas Industri
Perkuat Karakter dan Kompetensi, Astra Motor NTB Resmi Gandeng SMKN 1 Jonggat & SMKN 1 Buer dalam Kelas Industri

LombokPost - Revolusi pendidikan vokasi di Nusa Tenggara Barat terus digulirkan.

Dalam arahannya Kabid Pembinaan SMK Dikbud NTB, Supriadi, menekankan bahwa fleksibilitas adalah kunci keberhasilan SMK.

Ia menganalogikan bahwa kurikulum SMK tidak boleh kaku "seperti rukun wudhu" yang harus urut, melainkan harus adaptif.

Supriadi, menginstruksikan seluruh SMK untuk meninggalkan kurikulum standar yang kaku.

SMK di NTB kini diwajibkan menerapkan kurikulum adaptif atau modifikasi yang sepenuhnya selaras (link and match) dengan kebutuhan mitra industry.

Seperti Astra Honda Motor (AHM), guna mencetak lulusan yang siap kerja secara global.

Poin Penting Transformasi Kurikulum.

Kurikulum Modifikasi: Jika sekolah sudah bekerja sama (akad) dengan industri seperti AHM, maka bahan ajar dan modul wajib disesuaikan total dengan standar industri tersebut.

Sistem "Lompat-Lompat": Materi yang paling dibutuhkan oleh industri saat ini harus diajarkan lebih dulu. Tidak perlu menunggu urutan bab jika industri membutuhkan praktik tertentu dalam waktu dekat.

Peran Pengawas: Pengawas sekolah diminta tegas mencoret bahan ajar yang tidak sinkron dengan kebutuhan mitra industri.

“Jangan sampai industri butuhnya A, tapi yang diajarkan di kelas malah P. Tidak akan ketemu. SMK itu harus link and match, bukan cuma sekadar tanda tangan kerja sama,” tegas Supriadi.

Buka Mata: Peluang Otomotif Tak Hanya di Bengkel

Supriadi juga mengajak para siswa dan guru untuk berinovasi dalam mencari peluang praktik kerja lapangan (PKL) maupun kerja. Bidang otomotif dan mesin memiliki spektrum yang sangat luas, tidak terbatas pada dealer atau bengkel motor saja.

Eksplorasi Sektor Lain: Lulusan otomotif kompeten memperbaiki mesin genset besar yang ada di hotel, mall, hingga perkantoran.

Target Global: Kebutuhan teknisi otomotif sangat tinggi di pasar Eropa dan Asia. SMK di NTB harus membidik peluang ini agar lulusannya bisa "Makmur Mendunia".

Dengan kurikulum yang dinamis dan fasilitas yang disiapkan matang, SMK 1 Jonggat dan SMK lainnya di NTB diharapkan tidak lagi sekadar mencetak lulusan, tetapi mencetak tenaga ahli yang langsung bisa "berlari" di dunia kerja.

Editor : Kimda Farida
#dunia kerja #smk #NTB #Dikbud #kurikulum