LombokPost- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di Kota Mataram mulai dimatangkan.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram menyiapkan pelaksanaan TKA 2026 bagi siswa kelas akhir jenjang SD dan SMP, sekaligus memastikan seluruh sekolah siap mengikuti linimasa yang ditetapkan pemerintah pusat.
Persiapan TKA 2026 diawali dengan sosialisasi intensif ke seluruh satuan pendidikan.
Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan TKA berjalan sesuai jadwal, baik dari sisi teknis, pendataan, maupun kesiapan siswa.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Mataram Syarafudin menjelaskan, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada akhir Januari lalu, pendaftaran TKA 2026 di sekolah-sekolah Kota Mataram dibuka sejak 9 Januari hingga 28 Februari.
Fokus utama pada masa pendaftaran ini adalah pembenahan dan validasi data siswa.
Disdik menyoroti masih adanya residu data, khususnya pada Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Kita ingin pastikan bahwa kondisi data siswa valid, khususnya kelas akhir. Jangan ada lagi residu data, agar database penerima ijazah nantinya benar-benar akurat karena ijazah akan diterbitkan langsung dari pusat,” ujar Syarafudin.
Ia menegaskan, proses verifikasi dan validasi data menjadi bagian krusial dalam pelaksanaan TKA.
Akurasi data akan berpengaruh langsung terhadap database penerima ijazah yang diterbitkan pemerintah pusat.
Syarafudin menambahkan, TKA bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa. Kelulusan tetap ditetapkan oleh sekolah melalui ujian sekolah.
Namun, hasil TKA memiliki peran strategis karena menjadi bahan seleksi akademik ke jenjang pendidikan lebih tinggi serta rapor mutu kinerja sekolah.
Karena itu, sekolah diminta tidak menganggap TKA sebagai formalitas.
Syarafudin mengingatkan agar sekolah belajar dari pengalaman sebelumnya. Ia menegaskan hasil TKA tidak boleh merosot akibat lemahnya persiapan.
Sekolah diminta memberikan layanan maksimal kepada peserta didik.
Penguatan materi ditekankan terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika yang menjadi komponen utama dalam TKA 2026.
Selain kesiapan akademis, kata Syarafudin, kesiapan mental siswa juga menjadi perhatian.
Ia menilai siswa kelas akhir SD dan SMP perlu dipersiapkan agar lebih siap menghadapi ujian berbasis standar.
Dalam pelaksanaan TKA, peserta juga akan mendapatkan sertifikat yang menunjukkan standar capaian kemampuan selama menempuh pendidikan.
Syarafudin berharap TKA menjadi tolok ukur standarisasi pencapaian siswa sekaligus alat evaluasi mutu pendidikan.
Dengan data siswa yang valid, persiapan matang, serta dukungan sekolah, pihaknya optimis pelaksanaan TKA berjalan lancar dan kualitas pendidikan Kota Mataram tetap terjaga.
Editor : Kimda Farida