LombokPost- Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA NTB yang masih tergolong rendah memantik perhatian serius. Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB Katman menegaskan, nilai TKA SMA NTB bukan hukuman, melainkan bahan refleksi untuk memperbaiki standar proses sekolah di seluruh wilayah Bumi Gora.
Menurut Katman, hasil TKA SMA NTB menjadi indikator bahwa ada aspek dalam proses belajar mengajar yang perlu dievaluasi lebih dalam.
Ke depan, BPMP NTB menargetkan penguatan kompetensi peserta didik, terutama pada kerangka berpikir kritis atau critical thinking agar siswa lebih siap menghadapi standar ujian nasional maupun seleksi masuk perguruan tinggi.
“Nilai itu bukan sebagai hukuman atau cambuk, tapi itu merupakan bahan refleksi. Supaya ada fokus-fokus perbaikan di sekolah, targetnya adalah menguatkan kompetensi critical thinking peserta didik agar jalan,” ujar Katman.
Selain nilai, sorotan juga mengarah pada partisipasi peserta TKA SMA NTB. Secara nasional, NTB tercatat berada di urutan kedua terendah untuk tingkat keikutsertaan peserta. Data menunjukkan persentase partisipasi baru mencapai 74 persen.
Katman menyebut, rendahnya partisipasi TKA SMA NTB diduga dipicu ketidaksinkronan database peserta didik antara kelas XI dan kelas XII. Salah satu masalah yang disorot ialah perpindahan siswa ke madrasah, tetapi data siswa belum dicabut dari database sekolah asal.
Di sisi lain, Katman mengakui sosialisasi pada tahun pertama pelaksanaan sistem belum sepenuhnya dipahami sekolah. Dampaknya, ada siswa yang terlambat mendaftar dan akhirnya tidak bisa mengikuti ujian karena sistem pusat langsung menutup akses setelah melewati tenggat waktu atau deadline.
Ke depan, BPMP NTB mendorong penggunaan data objektif agar arah perbaikan pendidikan lebih terukur. Evaluasi menyeluruh terhadap database peserta didik akan terus dilakukan agar tidak ada lagi kendala administratif yang menghambat hak siswa mengikuti TKA SMA.
Katman menegaskan, perbaikan standar proses sekolah tidak bisa ditawar lagi demi mendongkrak hasil TKA SMA NTB pada tahun-tahun berikutnya.
“Kami ingin pihak sekolah agar lebih proaktif memantau jadwal pendaftaran karena dipastikan tidak ada ujian susulan bagi peserta yang tidak terdaftar dalam sistem,” terang Katman.
Dengan penguatan critical thinking, pembenahan database, dan peningkatan partisipasi, Katman berharap TKA SMA NTB ke depan tidak hanya meningkat dari sisi angka, tetapi juga mencerminkan kualitas proses pembelajaran yang lebih kuat dan merata.
Editor : Siti Aeny Maryam