LombokPost- Momentum Nuzulul Quran di bulan suci Ramadan dimaknai dengan aksi kepedulian oleh SMPN 17 Mataram. Dalam kegiatan peringatan Nuzulul Quran, sekolah menyalurkan 121 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar sekolah serta siswa yang membutuhkan.
Kegiatan Nuzulul Quran yang berlangsung pada Sabtu (14/3) ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial warga sekolah. Melalui aksi berbagi sembako tersebut, SMPN 17 Mataram ingin menghadirkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bentuk kepedulian kepada sesama.
Sebanyak 121 paket sembako disalurkan kepada masyarakat sekitar sekolah. Paket bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan gula pasir yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima selama bulan Ramadan.
Aksi sosial Nuzulul Quran SMPN 17 Mataram ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Warga serta komite sekolah yang hadir menyampaikan apresiasi atas kepedulian pihak sekolah terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.
Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati menjelaskan, bahwa seluruh paket sembako Nuzulul Quran berasal dari donasi internal warga sekolah.
Menurutnya, para guru, pegawai sekolah, dan wali murid secara sukarela menyumbangkan berbagai kebutuhan pokok untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Paket sembako ini berasal dari warga sekolah, dari bapak dan ibu guru, seluruh pegawai, dan wali murid. Ada yang memberikan minyak, gula, beras hingga mi instan untuk disumbangkan kepada warga kurang mampu di sekitar sekolah,” ujar Hartati.
Ia menegaskan, kegiatan berbagi sembako dalam peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk implementasi nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sosial.
Selain masyarakat sekitar, penyaluran paket sembako juga menyasar siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga siswa selama Ramadan.
Hartati berharap kegiatan Nuzulul Quran ini dapat mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap apa yang diberikan oleh bapak dan ibu guru ini berkah, baik bagi yang memberi maupun yang menerima,” tutup Hartati.
Editor : Pujo Nugroho