Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Survival Skill Siswa SMKN 4 Mataram Diperkuat

Ali Rojai • Kamis, 2 April 2026 | 17:18 WIB
PUNYA KETERAMPILAN: Sejumlah siswa SMKN 4 Mataram saat pulang sekolah, Rabu (1/4).
Sejumlah siswa SMKN 4 Mataram saat pulang sekolah, Rabu (1/4).

 


LombokPost-Survival skill siswa SMKN 4 Mataram menjadi kunci menghadapi tantangan dunia kerja Abad 21. Tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan praktik, siswa kini dituntut menguasai survival skill agar mampu bersaing di tengah ketatnya dunia industri dan peluang wirausaha yang terus berkembang.

Transformasi pendidikan kejuruan di SMKN 4 Mataram mulai menitikberatkan pada penguatan survival skill siswa.

Tujuannya mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

Baca Juga: Siswa Absen TKA, Rapor Pendidikan Sekolah Terancam

Kepala SMKN 4 Mataram Iwan Supriadi menegaskan, penguatan survival skill siswa dimulai dari kemampuan critical thinking dan problem solving. Menurutnya, pola pembelajaran tidak bisa lagi hanya berbasis teori di kelas.

“Melalui Project Based Learning (PBL), siswa dilatih langsung menyelesaikan masalah nyata. Ini penting agar survival skill siswa benar-benar terbentuk,” ujarnya, Rabu (1/4).

Selain itu, kemampuan komunikasi juga menjadi perhatian serius. Dunia industri selama ini menilai banyak lulusan SMK memiliki keterampilan teknis, namun kurang percaya diri dalam menyampaikan ide atau hasil kerja.

Karena itu, guru kini berperan sebagai fasilitator. Siswa diberi ruang untuk aktif berdiskusi, berpendapat, hingga mempresentasikan proyek.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun survival skill siswa yang utuh.

Baca Juga: Unram Wisuda 1.803 Mahasiswa, Rektor Tekankan Lulusan Berdampak Bagi Masyarakat

Tidak berhenti di situ, kemampuan kolaborasi dan analisis informasi juga menjadi bagian dari survival skill siswa.

Literasi siswa terus didorong agar mampu menyerap informasi luas sebagai bekal sebelum terjun ke dunia kerja.

Memasuki tahap lanjutan, penguatan mental dan adaptasi dilakukan melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL). Di fase ini, siswa diuji untuk menerapkan survival skill di lingkungan kerja nyata.

“Anak-anak juga harus punya imajinasi dan berani bermimpi besar. Itu bagian penting dari survival skill siswa,” tambah Iwan.

Poin paling krusial adalah penanaman jiwa wirausaha. Dengan NTB sebagai destinasi pariwisata super prioritas, peluang usaha terbuka lebar, terutama di sektor jasa dan kuliner.

Melalui penguatan survival skill siswa, lulusan diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Ini menjadi solusi strategis di tengah terbatasnya daya serap industri.

“Survival skill siswa harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Lulusan SMK harus berani mandiri dan berwirausaha,” tandasnya. 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Wirausaha #pendidikan #SMKN 4 Mataram #dunia industri