LombokPost- Proses pengisian jabatan kepala sekolah (Kasek) kosong di NTB mendekati tahap akhir. Seleksi untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB memasuki fase tes wawancara sebagai penentu akhir pengisian jabatan.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB mempercepat proses penilaian Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Langkah ini dilakukan agar kekosongan jabatan tidak mengganggu operasional dan manajemen sekolah.
“Sekarang sedang berlangsung tes wawancaranya. Kita mengikuti proses penilaian mereka,” ujar Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikpora NTB Muazam, Rabu (15/4).
Baca Juga: Wamen Fajar: Fokus Kualitas Pembelajaran, Kurikulum Tak Diubah
Dari data bidang GTK, masih terdapat 37 jabatan kepala sekolah kosong yang menjadi prioritas pengisian. Jumlah ini merupakan sisa dari total sebelumnya, setelah 18 posisi berhasil diisi pada tahap awal.
Puluhan jabatan kepala sekolah kosong tersebut tersebar di berbagai satuan pendidikan, mulai dari SMA, SMK, hingga SLB. Tes wawancara yang tengah berjalan ini merupakan tahapan akhir dari seluruh proses seleksi.
Jika seluruh tahapan rampung dan persyaratan terpenuhi, pengisian jabatan kepala sekolah kosong akan segera dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Ditargetkan, seluruh posisi yang masih kosong bisa terisi paling lambat akhir April ini.
Baca Juga: Satu Guru Satu Siswa Putus Sekolah, Jurus Lobar Tekan Dropout
“Insyaallah ini tahapan terakhir. Kalau melihat waktunya, April ini bisa sudah terisi semua jabatan kepala sekolah kosong,” tegasnya.
Penuntasan pengisian jabatan kepala sekolah kosong diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan definitif di sekolah yang selama ini dipimpin pelaksana tugas (Plt). Dengan begitu, stabilitas manajemen sekolah dan peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Editor : Akbar Sirinawa