LombokPost- Program Hari Belajar Guru di NTB digenjot. Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas guru secara merata.
Konsolidasi dilakukan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTB bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, BKPSDM kabupaten/kota, akademisi, serta organisasi profesi pendidikan. Langkah ini untuk memastikan implementasi Hari Belajar Guru berjalan efektif dan terstruktur di semua jenjang pendidikan.
Kepala BGTK Provinsi NTB Wirman Kasmayadi mengatakan, Hari Belajar Guru bukan sekadar rutinitas. Program ini dirancang sebagai wadah peningkatan kualitas guru secara berkelanjutan dengan skema fleksibel agar tidak mengganggu jam mengajar.
Baca Juga: Dikpora NTB Dorong Transformasi Kepala Sekolah, Atasi Kesenjangan Pendidikan dan SPMB
“Kita ingin menghimpun dukungan, termasuk penjadwalan melalui surat edaran kepala daerah. Alternatifnya bisa sore hari atau Sabtu,” ujarnya.
Dalam implementasi Hari Belajar Guru, peran kelompok kerja menjadi kunci. Mulai dari Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), hingga Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dioptimalkan sebagai pusat pembelajaran dan peningkatan kualitas guru NTB.
Saat ini, ribuan kelompok kerja telah terdata dalam program Hari Belajar Guru di NTB. Setiap kelompok dipimpin fasilitator terpilih yang telah mengikuti pelatihan nasional. Skema ini diharapkan mampu menstandarisasi kualitas guru NTB di seluruh wilayah, baik perkotaan maupun pelosok.
Baca Juga: KTIT Unram Perkuat Sinergi Riset Indonesia Timur, Fokus Kemiskinan dan Stunting
Selain itu, Hari Belajar Guru juga menyasar peningkatan kualifikasi akademik. Masih terdapat sekitar 6 ribu guru yang belum bergelar S1. Pemerintah mendorong pemanfaatan beasiswa agar standar kompetensi dalam Hari Belajar Guru dapat terpenuhi sesuai regulasi.
Pemanfaatan teknologi juga diperkuat dalam Hari Belajar Guru. BGTK NTB menyiapkan Learning Management System (LMS) untuk memantau aktivitas belajar guru secara daring. Dengan sistem ini, setiap progres dalam Hari Belajar Guru dapat terdokumentasi secara terukur.
“Progres belajar akan tercatat dan menjadi dasar pemberian sertifikat sebagai bentuk penjaminan mutu,” jelas Wirman.
Baca Juga: Guru PPPK Lobar Desak Perpanjangan SK 5 Tahun, PGRI Siap Kawal
Kedepan, fokus Hari Belajar Guru tidak hanya pada administrasi pembelajaran seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau soal ujian. Program akan diarahkan pada Teacher Experimental Training, guru belajar memahami kebutuhan siswa, melakukan refleksi, hingga berbagi praktik baik.
Dengan konsolidasi yang matang, Wirman berharap implementasi Hari Belajar Guru dapat berjalan masif. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas guru NTB dan berdampak langsung pada hasil belajar siswa.
Editor : Akbar Sirinawa