Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMAN 8 Mataram Bangun Sekolah Aman dan Nyaman, Perangi Bullying demi Iklim Belajar Sehat

Jay • Jumat, 22 Mei 2026 | 16:53 WIB
ASRI: Dua siswa SMAN 8 Mataram berjalan di halaman sekolah yang cukup bersih di sekolah setempat, belum lama ini.
ASRI: Dua siswa SMAN 8 Mataram berjalan di halaman sekolah yang cukup bersih di sekolah setempat, belum lama ini.

 

LombokPost- SMAN 8 Mataram terus memperkuat konsep sekolah aman dan nyaman sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan berkualitas.

Tidak hanya fokus pada fasilitas fisik, sekolah aman dan nyaman juga dibangun melalui iklim psikologis yang positif agar siswa dan guru merasa betah berada di sekolah.

Kepala SMAN 8 Mataram Sunoto mengatakan, sekolah aman dan nyaman menjadi fondasi utama untuk menghadirkan suasana belajar yang kondusif.

Menurutnya, warga sekolah harus bisa menikmati setiap aktivitas tanpa tekanan maupun rasa takut.

“Sekolah aman dan nyaman adalah kondisi ketika warga sekolah merasa relatif betah dan menikmati setiap momen di lingkungan sekolah,” ujar Sunoto, Kamis (21/5)

Baca Juga: FLS3N Kota Mataram 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Bentuk Karakter dan Talenta Seni Siswa

Ia menjelaskan, ada dua faktor utama yang menentukan terciptanya sekolah aman dan nyaman, yakni kondisi fisik lingkungan sekolah dan iklim psikologis yang sehat.

Dari sisi fisik, SMAN 8 Mataram terus menjaga kebersihan lingkungan dengan dukungan fasilitas dasar yang memadai seperti ketersediaan air dan listrik.

 Selain itu, keberadaan taman-taman hijau juga menjadi bagian penting untuk menghadirkan suasana sekolah yang asri dan menenangkan.

“Estetika lingkungan melalui taman-taman yang menyejukkan mata menjadi poin penting untuk membangun suasana sekolah aman dan nyaman yang elok dan indah,” terang Sunoto.

Baca Juga: SMAN 7 Mataram Pulihkan Trauma Siswa Pascaatap Ambruk, Terapkan Double Shift dan Trauma Healing

Tidak hanya itu, aspek keamanan teknis juga menjadi perhatian serius. Pihak sekolah berupaya mengantisipasi berbagai potensi bahaya dari bangunan maupun fasilitas sekolah yang berisiko mencederai siswa.

Namun, menurut Sunoto, tantangan terbesar dalam menciptakan sekolah aman dan nyaman justru terletak pada aspek psikologis.

Lingkungan sekolah harus bebas dari kekerasan fisik maupun nonfisik, termasuk praktik bullying yang saat ini masih menjadi persoalan di dunia pendidikan.

“Aman di sini juga terkait dengan terhindar dari kekerasan fisik maupun nonfisik atau bullying,” tegas Sunoto.

Baca Juga: TSU Buka Program Santripreneur, Sasar Lulusan Ponpes NTB

Ia menilai, membangun sekolah aman dan nyaman dari sisi mental membutuhkan proses yang lebih panjang dibanding pembenahan fasilitas fisik.

 Karena itu, peran kepemimpinan kepala sekolah sangat menentukan terciptanya iklim sekolah yang sehat.

Menurutnya, gaya kepemimpinan yang penuh tekanan dan kemarahan hanya akan membuat guru maupun siswa merasa tidak nyaman.

Sebaliknya, pimpinan sekolah harus mampu menghadirkan suasana yang kondusif dan saling menghargai.

“Kepemimpinan yang hanya mengandalkan amarah atau membuat guru merasa tertekan justru akan menghancurkan kenyamanan,” katanya.

Editor : Kimda Farida
#Sekolah aman dan nyaman #SMAN 8 Mataram bebas bullying #Iklim belajar sehat #Bullying di sekolah #SMAN 8 MATARAM