LombokPost- SMPN 15 Mataram kembali mencuri perhatian lewat prestasi gemilang di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026.
Tim musik tradisional SMPN 15 Mataram sukses meraih juara satu tingkat Kota Mataram dan memastikan tiket menuju FLS3N tingkat Provinsi NTB.
Prestasi musik tradisional ini sekaligus membuka peluang besar untuk kembali bersaing di tingkat nasional.
Setelah tahun lalu menembus 10 besar nasional, kini SMPN 15 Mataram membidik target lebih tinggi, yakni tampil di Jakarta sebagai finalis nasional FLS3N 2026.
Kepala SMPN 15 Mataram Sri Wahyu Indriani mengatakan, fokus utama sekolah saat ini mempersiapkan tim musik tradisional secara maksimal menghadapi FLS3N tingkat provinsi.
“Mudah-mudahan bisa lolos nanti ke tingkat nasional,” ujar Sri.
Baca Juga: 379 Siswa MTsN 1 Mataram Dilepas, Raih 349 Prestasi hingga Tingkat Internasional
Selain juara musik tradisional FLS3N, SMPN 15 Mataram juga mencatat prestasi di sejumlah cabang lainnya.
Di antaranya juara dua tari kreasi, juara dua mendongeng, dan juara tiga pantomim.
Namun, sesuai petunjuk teknis FLS3N 2026, hanya peraih juara pertama yang berhak mewakili Kota Mataram ke tingkat provinsi.
Karena itu, tim musik tradisional SMPN 15 Mataram kini menjadi fokus utama pembinaan sekolah.
Sri menuturkan, persiapan intensif terus dilakukan melalui latihan rutin bersama pelatih ekstrakurikuler internal sekolah.
Evaluasi dari dewan juri pada lomba sebelumnya juga menjadi bahan pembenahan penting bagi tim musik tradisional SMPN 15 Mataram.
Menurut Sri, secara umum penguasaan alat musik dan tema penampilan sudah dinilai sangat baik.
Namun, masih ada beberapa detail yang harus disempurnakan, terutama pada aspek gerakan dan ekspresi pemain di atas panggung.
Baca Juga: 7.336 Anak Lombok Barat Tidak Sekolah, Dikbud Gerakkan Satu Guru Bina Satu ATS
“Gerakan dan ekspresi menjadi catatan juri. Itu yang sekarang terus kami tingkatkan agar penampilan anak-anak semakin maksimal,” katanya.
Optimisme SMPN 15 Mataram untuk menembus tingkat nasional bukan tanpa alasan.
Pada FLS3N tahun lalu, tim musik tradisional SMPN 15 Mataram berhasil masuk 10 besar nasional. Sayangnya, saat itu hanya enam besar yang berhak tampil di Jakarta.
“Tahun lalu sudah masuk 10 besar nasional, tapi yang diambil ke Jakarta itu enam besar. Kami belum bisa masuk enam besar saat itu,” tutur Sri.
Editor : Kimda Farida