Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sastra Sasak Terancam Hilang, Akademisi Lombok Ubah Cerita Rakyat Jadi Drama Budaya untuk Selamatkan Warisan Leluhur

Kimda Farida • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:11 WIB
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Syamsurrijal, M.Hum.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Syamsurrijal, M.Hum.

LombokPost--Kekhawatiran akan semakin pudarnya sastra lisan dan aksara Sasak di tengah gempuran budaya modern mendorong lahirnya sebuah gerakan pelestarian budaya yang unik di Lombok Tengah.

Melalui pendekatan seni pertunjukan, cerita rakyat dan tradisi lisan Sasak kini dihidupkan kembali dalam bentuk drama budaya yang melibatkan generasi muda dan masyarakat secara langsung.

Program bertajuk “Revitalisasi Sastra Lisan dalam Bentuk Drama sebagai Strategi Pelestarian Sastra Aksara Sasak untuk Pemajuan Kebudayaan yang Inklusif, Harmonis, dan Berkelanjutan” itu dilaksanakan di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk menyelamatkan warisan budaya Sasak yang selama ini diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi bertutur, tembang, pantun, seloka, dongeng, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya masyarakat Lombok.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Syamsurrijal, M.Hum, mengatakan sastra lisan Sasak bukan sekadar hiburan masyarakat tradisional, melainkan juga sarana pendidikan yang mengandung nilai moral, etika, filosofi hidup, serta pengetahuan lokal yang sangat berharga.

Baca Juga: Launching Program Mitra SPPG, Loteng Jadikan Praya Timur Pilot Project Penanganan Stunting

“Warisan budaya ini menghadapi tantangan serius. Minat generasi muda terhadap budaya lokal terus menurun, sementara kemampuan membaca dan menulis aksara Sasak juga semakin terbatas,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi. Dibutuhkan strategi yang mampu menghubungkan nilai-nilai tradisional dengan media yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.

Peserta program revitalisasi sastra lisan Sasak mengikuti kegiatan pelestarian budaya di Desa Darek, Praya Barat Daya, Lombok Tengah.
Peserta program revitalisasi sastra lisan Sasak mengikuti kegiatan pelestarian budaya di Desa Darek, Praya Barat Daya, Lombok Tengah.

Karena itu, sastra lisan Sasak dikembangkan menjadi pertunjukan drama budaya yang dinilai lebih komunikatif, edukatif, dan menarik bagi kalangan muda.

Koordinator seni dan teater, Dr. Sunardy Kasim, M.Sn, menjelaskan bahwa naskah drama disusun berdasarkan hasil penggalian cerita rakyat dan tradisi lisan masyarakat Sasak melalui observasi lapangan, wawancara budaya, dan diskusi bersama tokoh adat.

“Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang belajar budaya. Generasi muda dilibatkan mulai dari proses penulisan naskah, latihan seni peran, hingga pementasan,” jelasnya.

Program tersebut melibatkan akademisi, komunitas budaya, tokoh adat, pelajar, seniman teater, hingga masyarakat lokal sebagai bagian dari pendekatan pelestarian budaya berbasis komunitas.

Selain menghasilkan pertunjukan drama budaya, program ini juga akan melahirkan berbagai luaran strategis seperti naskah drama budaya, dokumentasi video pertunjukan, modul pembelajaran budaya lokal, publikasi ilmiah terakreditasi, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk bahan ajar budaya daerah.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Melalui kolaborasi berbagai pihak, program ini diharapkan menjadi model pelestarian budaya yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.

Baca Juga: Bupati Dompu Janji Benahi Air Bersih hingga Infrastruktur Jalan

Tidak hanya menjaga keberlangsungan sastra lisan Sasak, tetapi juga memastikan warisan leluhur tetap hidup dan dikenal oleh generasi masa depan.

Editor : Kimda Farida
#Budaya Sasak #sastra sasak #aksara sasak #drama budaya #lpdp