Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Siswi MAN 2 Mataram Jadi Duta Anti Bullying NTB, Siap Kampanyekan Sekolah Ramah Anak

Jay • Kamis, 4 Juni 2026 | 16:30 WIB
Kamalia Afrina Hidayati
Kamalia Afrina Hidayati

 

LombokPost- Komitmen memberantas perundungan di sekolah ditunjukkan Kamalia Afrina Hidayati. Siswa kelas X MAN 2 Mataram itu terpilih sebagai Duta Anti Bullying NTB dan siap menggerakkan kampanye pencegahan bullying di lingkungan sekolah maupun madrasah.

Melalui peran itu, Kamalia ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Perjalanan Kamalia menjadi Duta Anti Bullying NTB tidak diraih dengan mudah. Ia harus bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di NTB dan melewati sejumlah tahapan seleksi yang menguji kreativitas, kemampuan komunikasi, serta komitmennya terhadap gerakan anti perundungan.

Seleksi dimulai dari verifikasi administrasi, pembuatan video kampanye edukatif, hingga sesi wawancara yang dilakukan langsung oleh organisasi Duta Anti Bullying NTB.

Dari seluruh tahapan itu, Kamalia berhasil menunjukkan kepedulian dan gagasan yang kuat terkait pencegahan bullying di sekolah.

Baca Juga: Tiwi Septiani, Mahasiswi Unram Juara 1 Duta Bahasa NTB 2026, Siap Wakili NTB ke Nasional

Setelah resmi menyandang gelar Duta Anti Bullying NTB, Kamalia bersama tiga rekan satu tim mulai menyusun berbagai program kerja.

Fokus utama mereka memberikan edukasi kepada pelajar mengenai bahaya bullying di sekolah, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah perundungan sejak dini.

Tidak hanya mengandalkan sosialisasi, Kamalia juga berencana melakukan pendekatan yang lebih personal. Ia ingin berdialog langsung dengan siswa yang pernah menjadi korban perundungan untuk memahami persoalan yang terjadi sekaligus mencari solusi yang tepat dalam upaya pencegahan bullying.

“Kami ingin mengimbau agar tidak ada lagi pembulian di sekitar kita,” ujarnya.

Baca Juga: Sastra Sasak Terancam Hilang, Akademisi Lombok Ubah Cerita Rakyat Jadi Drama Budaya untuk Selamatkan Warisan Leluhur

Menurut Kamalia, keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi peserta didik.

Karena itu, program Duta Anti Bullying NTB tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga mendorong partisipasi guru dan orang tua dalam membangun budaya saling menghormati.

Melalui berbagai program edukasi dan kampanye yang telah disiapkan, Kamalia berharap semangat anti perundungan dapat terus tumbuh di kalangan pelajar. Ia menargetkan MAN 2 Mataram menjadi madrasah ramah anak sekaligus contoh sekolah bebas bullying di NTB.

“Dengan semakin kuatnya gerakan Duta Anti Bullying NTB, kami berharap kasus perundungan di madrasah dapat ditekan dan lingkungan belajar yang sehat dapat terwujud,” pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
#Duta Anti Bullying NTB #Kamalia Afrina Hidayati #perundungan di sekolah #Anti Bullying #MAN 2 Mataram