Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekolah Adiwiyata SMAN 4 Mataram Konsisten Terapkan Zero Waste Selama Lima Tahun

Jay • Jumat, 5 Juni 2026 | 17:05 WIB
ASRI: Sejumlah siswa SMAN 4 Mataram duduk di bawah pohon sekolah setempat, belum lama ini. Sekolah ini menjadi role model sekolah Adiwiyata dan Zero Waste.
ASRI: Sejumlah siswa SMAN 4 Mataram duduk di bawah pohon sekolah setempat, belum lama ini. Sekolah ini menjadi role model sekolah Adiwiyata dan Zero Waste.

 

LombokPost- Komitmen SMAN 4 Mataram dalam menjaga lingkungan terus dibuktikan melalui penerapan program Sekolah Adiwiyata dan Zero Waste.

Program ini berjalan konsisten selama lima tahun terakhir. Melalui Sekolah Adiwiyata, SMAN 4 Mataram berhasil membangun budaya peduli lingkungan.

Sekolah juga mengubah pola pikir warga sekolah terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

"Kami sudah memulai bahkan sekitar lima tahun yang lalu dengan mengadakan kegiatan praktik baik sekolah sehat," ujar Kepala SMAN 4 Mataram Jauhari Khalid.

Menurut Jauhari, keberhasilan Sekolah Adiwiyata di SMAN 4 Mataram tidak terlepas dari kolaborasi seluruh warga sekolah.

Guru, tenaga kependidikan, staf tata usaha, hingga siswa terlibat aktif menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan yang disusun secara berkelanjutan.

Baca Juga: SMPN 17 Mataram Juara 1 Pantomim FLS3N, Siap Wakili Kota Mataram ke Tingkat NTB

Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khas Zero Waste SMAN 4 Mataram yakni kegiatan "Piket Sampah" sebelum siswa pulang sekolah.

Melalui program ini, setiap siswa wajib memungut sampah di lingkungan sekolah sebelum meninggalkan area sekolah.

Untuk memastikan program berjalan optimal, sekolah menyiagakan tim khusus di area gerbang.

Mereka memastikan seluruh area kelas, halaman, dan lingkungan sekolah bersih sebelum siswa diperbolehkan pulang.

Komitmen Zero Waste tidak berhenti pada kegiatan pembersihan semata.

Sekolah memilah dan mengolah sampah yang terkumpul sesuai jenisnya.

Sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk.

Sementara sampah anorganik diolah menjadi berbagai produk kreatif bernilai ekonomi.

Baca Juga: Campus Hiring SMKN 1 Lembar dan PT Pelni Dibuka, Peluang Kerja untuk Alumni SMK Pelayaran

“Sementara sampah anorganik disulap menjadi barang bernilai ekonomis seperti vas bunga hingga kursi cantik melalui tangan kreatif para siswa,” jelas Jauhari.

Untuk memperkuat budaya bersih, sekolah juga rutin menggelar lomba kebersihan kelas sebanyak tiga kali dalam setahun.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Sekolah Adiwiyata untuk membangun kesadaran kolektif siswa dalam menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman.

Kelas yang berhasil menunjukkan tingkat kebersihan terbaik mendapatkan penghargaan.

Apresiasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi siswa agar terus berpartisipasi aktif dalam program lingkungan.

Baca Juga: PMBM MAN 1 Mataram Dibuka 8 Juni, Tersedia 319 Kursi untuk Siswa Baru

Selain itu, SMAN 4 Mataram menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Lisan Kota Mataram. Melalui kemitraan ini, botol plastik dan sampah yang masih memiliki nilai jual dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah.

“Botol-botol plastik yang terkumpul dijual ke bank sampah. Hasil penjualannya kemudian dikelola sebagai dana mandiri untuk mendukung berbagai kegiatan Zero Waste dan penyediaan hadiah lomba kebersihan,” tuturnya.

Editor : Kimda Farida
#Sekolah Adiwiyata SMAN 4 Mataram #Zero Waste SMAN 4 Mataram #SMAN 4 Mataram #sekolah adiwiyata #Program Zero Waste