LombokPost- Kasus bullying di sekolah masih menjadi perhatian serius di dunia pendidikan. Menyikapi kondisi itu, Hasna Khasyiana, siswi MAN 2 Mataram yang terpilih sebagai Duta Anti Bullying NTB, mulai menyiapkan langkah untuk mencegah bullying agar tidak semakin meluas di kalangan pelajar.
Menurut Hasna, upaya mencegah bullying tidak harus dimulai dari langkah besar.
Keberanian siswa menegur teman yang melakukan perundungan justru menjadi salah satu cara paling sederhana sekaligus efektif untuk menghentikan perilaku itu sejak awal.
“Kita menegurnya agar dia tidak melakukan itu lagi,” ujarnya.
Baca Juga: PMBM MAN 1 Mataram Dibuka, Kuota 319 Siswa Baru Diperebutkan
Hasna menilai banyak tindakan yang selama ini dianggap sekadar candaan sebenarnya berpotensi menjadi awal munculnya bullying di sekolah.
Kebiasaan saling menghina, mengejek, atau merendahkan teman sering kali dianggap hal biasa. Padahal, hal itu dapat meninggalkan luka emosional dan berdampak pada kesehatan mental korban.
Karena itu, sebagai Duta Anti Bullying NTB, ia berkomitmen mengajak teman-teman sebaya untuk lebih bijak dalam berinteraksi. Menurutnya, membangun budaya saling menghargai merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
Tidak hanya melalui pendekatan personal, Hasna juga menyiapkan program sosialisasi yang akan melibatkan warga madrasah secara lebih luas. Kegiatan edukasi itu bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak negatif perundungan sekaligus memperkuat kesadaran untuk bersama-sama mencegah bullying.
Baca Juga: SMKN 1 Lingsar Diserbu Pendaftar, Lebih 800 Calon Siswa Daftar SPMB 2026
“Kita akan melakukan sosialisasi secara bersama-sama,” katanya.
Program yang digagas Duta Anti Bullying NTB itu sejalan dengan berbagai upaya pemerintah dalam menekan angka perundungan di lingkungan pendidikan.
Salah satunya melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang selama ini aktif memberikan edukasi hukum mengenai bahaya bullying kepada peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Hasna berharap keberadaan Duta Anti Bullying NTB dapat menjadi penggerak perubahan di kalangan pelajar.
Dengan meningkatnya kesadaran siswa untuk saling menghormati dan menjaga perasaan teman, ruang bagi bullying di sekolah diharapkan semakin sempit.
Baca Juga: Hasil TKA SMP Kota Mataram 2026 Lampaui Nasional, Literasi Siswa Kian Menguat
Menurutnya, menciptakan lingkungan belajar yang sehat bukan hanya tanggung jawab guru dan sekolah, tetapi juga seluruh siswa. Ketika setiap siswa berani mengingatkan dan saling menjaga, upaya mencegah bullying akan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Mencegah teman sakit hati adalah kunci utama menciptakan suasana belajar yang kondusif tanpa adanya gangguan perundungan,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida