Mengusung tema “Mengenal Seni Budaya Daerah, Menguatkan Identitas Diri”, kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan bakat, minat, serta kreativitas seni yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti seluruh warga sekolah dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya.
Baca Juga: KPK Awasi SPMB Kota Mataram 2026, Jual Beli Kursi dan Pungli Jadi Perhatian
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah pementasan tokoh Hanoman yang dipadukan dengan unsur seni tradisional dan komedi rakyat atau genjek.
Penampilan siswa kelas XI IPS 6 tersebut berhasil menghibur penonton sekaligus menyampaikan pesan moral tentang keberanian, kesetiaan, dan semangat pantang menyerah.
Kepala SMA Negeri 9 Mataram, Nengah Istiqomah, M.Pd, mengatakan bahwa Sabtu Budaya merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pelestarian budaya daerah.
Baca Juga: SPMB SMPN 1 Mataram 2026 Siapkan 11 Rombel, Kapasitas 45 Siswa per Kelas
Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga fondasi penting dalam membentuk identitas generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenal seni dan budaya daerah, tetapi juga mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, dan sikap saling menghargai,” ujarnya.
Dalam pementasan tersebut, tokoh Hanoman tampil energik dengan kostum khas pewayangan yang dipadukan nuansa budaya Nusantara.
Sementara para siswa lainnya mengenakan busana tradisional bermotif kotak-kotak yang identik dengan budaya Bali dan Lombok. Atraksi yang dikemas secara kreatif itu mendapat sambutan meriah dari para guru dan siswa yang menyaksikan.
Kegiatan Sabtu Budaya juga menjadi sarana mengenalkan kembali sejarah dan nilai-nilai luhur budaya Sasak kepada peserta didik.
Mulai dari kisah-kisah kepahlawanan dalam cerita Menak, semangat kebersamaan dalam tradisi gotong royong, hingga kesenian daerah yang sarat pesan moral.
Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Melalui kegiatan ini, SMAN 9 Mataram ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berbudi luhur, cinta tanah air, dan bangga terhadap budaya bangsa. Dengan demikian, peserta didik diharapkan siap bersaing di tingkat nasional maupun global sekaligus menjadi generasi yang mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Selain menjadi hiburan edukatif, Sabtu Budaya juga menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan karya terbaiknya, membawa nama baik keluarga dan sekolah, serta mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu untuk semua.
Editor : Siti Aeny Maryam