LombokPost- Hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SDN 19 Cakranegara melalui jalur domisili langsung menunjukkan antusiasme tinggi. Baru sehari dibuka, jumlah pendaftar mencapai puluhan orang.
Kondisi itu membuat sekolah mulai fokus mengelola kuota SPMB. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan calon peserta didik yang melampaui kapasitas rombongan belajar (rombel).
Berdasarkan data panitia hingga Senin (29/6), sebanyak 64 calon peserta didik mendaftar melalui SPMB SDN 19 Cakranegara. Sementara total kuota SPMB tahun ini hanya 84 kursi untuk seluruh jalur penerimaan, mulai dari jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, hingga jalur domisili.
Baca Juga: Dinas Dikpora NTB Genjot Akreditasi SMK dan SLB, 90 Sekolah Dapat Pendampingan Intensif
Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini mengatakan, daya tampung sekolah tahun ini tetap mengacu pada ketentuan Dinas Pendidikan Kota Mataram.
"Kuota kita secara keseluruhan untuk tahun ini 84 orang yang terbagi dalam tiga rombel," ujarnya, Senin (29/6).
Setiap rombel akan diisi maksimal 28 siswa. Dengan begitu, proses pembelajaran tetap berjalan efektif dan kualitas layanan pendidikan dapat dipertahankan.
Baca Juga: Ombudsman NTB Awasi Ketat SPMB 2026, Daftar Ulang Tak Boleh Disertai Pungutan
Melihat tingginya minat masyarakat, Sri memprediksi kuota SPMB berpotensi penuh dalam waktu dekat. Karena itu, sejumlah langkah antisipasi disiapkan apabila jumlah pendaftar terus bertambah hingga melampaui kapasitas.
Langkah pertama, sekolah memberikan edukasi kepada orang tua calon siswa mengenai kondisi daya tampung. Jika kuota SPMB sudah terpenuhi, sekolah akan mengarahkan mereka ke sekolah negeri terdekat yang masih memiliki kursi kosong.
"Kami arahkan dulu kepada sekolah-sekolah yang belum terisi. Jika orang tua menerima, tentu alhamdulillah," kata Sri.
Baca Juga: Unram Percepat Perubahan Statuta, Siapkan Fondasi Tata Kelola Kampus yang Lebih Modern
Menurutnya, langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan. Sekaligus menghindari penumpukan siswa di satu sekolah.
Namun, apabila orang tua tetap menginginkan anaknya bersekolah di SDN 19 Cakranegara meski kuota SPMB telah habis, sekolah tidak akan mengambil keputusan sendiri. Semua persoalan akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kota Mataram untuk mendapat pertimbangan sesuai aturan yang berlaku.
"Kami tidak berani menentukan sendiri. Jika tetap bersikeras, maka kami serahkan ke Dinas Pendidikan untuk mohon bantuan dan pertimbangan," tegasnya.
Baca Juga: Tim Ansambel Musik SMPN 2 Mataram Raih Juara III FLS3N, Bukti Konsistensi Cetak Siswa Berprestasi
Sri berharap proses penerimaan siswa baru tetap berjalan tertib, transparan, dan sesuai daya tampung. Pengaturan kuota SPMB diharapkan mampu menjaga pemerataan akses pendidikan. Sekaligus memastikan kualitas pembelajaran tetap optimal di setiap rombongan belajar.
Editor : Kimda Farida