LombokPost- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN 8 Mataram tahun ajaran 2026/2027 mencatat hasil menggembirakan. Hampir seluruh kuota penerimaan siswa baru telah terisi. Tingginya minat masyarakat membuat SPMB SMPN 8 Mataram nyaris memenuhi seluruh daya tampung yang disediakan sekolah.
Kepala SMPN 8 Mataram Sulasmi mengatakan, sekolah memperoleh kuota sebanyak 320 peserta didik baru. Hingga memasuki tahap akhir penerimaan, seluruh kuota jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi telah terisi 100 persen.
Sementara itu, pada jalur domisili tercatat sebanyak 151 calon siswa telah mendaftar dari total kuota 160 kursi yang disediakan. Dengan demikian, hanya tersisa sembilan kursi pada jalur domisili.
Baca Juga: PMR MTsN 2 Mataram Juara Umum Lagapraja IV, Borong Enam Gelar Sekaligus
"Alhamdulillah, di SMPN 8 Mataram dari kuota 320, jalur prestasi dan afirmasi sudah terpenuhi. Untuk jalur domisili sudah terdaftar 151 dari kuota 160, dan jalur mutasi juga sudah penuh," ujar Sulasmi.
Keberhasilan SPMB SMPN 8 Mataram tahun ini juga didukung penerapan sistem pendaftaran daring yang lebih terintegrasi. Sistem tersebut dirancang untuk menutup peluang calon peserta didik melakukan pendaftaran lebih dari satu sekolah secara bersamaan.
Menurut Sulasmi, apabila seorang siswa telah diterima dan terdaftar di satu sekolah, sistem secara otomatis akan mengunci data sehingga tidak dapat kembali mendaftar ke sekolah lain. Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya menjaga transparansi dan integritas proses penerimaan murid baru.
Baca Juga: Kemenag Kota Mataram Gerak Cepat Perbaiki MTs Badrussalam NW Sekarbela yang Ambruk
Selain itu, mekanisme pencabutan berkas juga diperketat. Orang tua atau wali murid tidak lagi dapat mencabut berkas langsung di sekolah. Seluruh proses pencabutan harus melalui Dinas Pendidikan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut diambil sebagai evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya. Pada SPMB 2025, tercatat sekitar 14 siswa yang telah melakukan daftar ulang, namun akhirnya tidak melanjutkan proses belajar di SMPN 8 Mataram karena berpindah ke sekolah lain. Kondisi itu menyebabkan adanya kursi yang kosong setelah proses penerimaan selesai.
"Tahun lalu ada 14 orang yang tidak kembali. Tahun ini mudah-mudahan tidak ada karena sistemnya sudah berbeda sehingga tidak ada celah untuk masuk ke sekolah lain," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida