Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Unram Terjunkan 23 Guru Besar Dampingi Desa, Program Profesor Berdampak Fokus Solusi Nyata

Jay • Minggu, 12 Juli 2026 | 17:40 WIB
PROFESOR BERDAMPAK: Rektor Unram Prof Sukardi (dua dari kanan) dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tiga dari kanan) menandatangani kontrak Program Profesor Berdampak sekaligus menandai komitmen bersama antara Unram dan Pemprov NTB dalam menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan daerah di Unram, Kamis (9/7).
PROFESOR BERDAMPAK: Rektor Unram Prof Sukardi (dua dari kanan) dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tiga dari kanan) menandatangani kontrak Program Profesor Berdampak sekaligus menandai komitmen bersama antara Unram dan Pemprov NTB dalam menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan daerah di Unram, Kamis (9/7).

 

LombokPost- Universitas Mataram (Unram) kembali memperkuat perannya sebagai kampus yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui Program Profesor Berdampak, Unram resmi menggerakkan 23 guru besar untuk mendampingi desa selama tiga tahun dengan menghadirkan solusi berbasis riset, alih teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Program Profesor Berdampak menjadi langkah strategis Unram dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di NTB.

Program ini dirancang tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga memastikan hasil penelitian diterapkan untuk menjawab persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan di tengah masyarakat.

Pendampingan para profesor diharapkan mampu memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Siswa SMPN 15 Mataram Raih Juara I Kompetisi Sains Level 4, Bukti Pembinaan Prestasi Berjalan Optimal

Rektor Unram Prof Sukardi menegaskan, Program Profesor Berdampak bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif perguruan tinggi.

Lebih dari itu, program ini menjadi komitmen moral dan profesional agar ilmu pengetahuan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebanyak 23 profesor akan mendampingi desa berdaya selama tiga tahun.

Pendampingan dilakukan melalui transfer teknologi, penguatan kapasitas masyarakat, hingga pengembangan solusi berbasis riset sesuai kebutuhan setiap wilayah.

"Hari ini bukan sekadar penandatanganan kontrak, tetapi komitmen moral dan profesional untuk menghadirkan solusi nyata. Perubahan besar akan lahir ketika ilmu pengetahuan benar-benar hadir di tengah masyarakat, menjadi kebijakan, menjadi produk, dan pemberdayaan," ujar Prof Sukardi.

Baca Juga: SMPN 10 Mataram Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah, Siapkan Prosesi Ijab Kabul untuk Siswa Baru

Ia mengajak seluruh profesor menjalankan program ini dengan semangat kolaborasi bersama masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha agar manfaat riset dapat dirasakan secara luas.

Menurutnya, keberhasilan Program Profesor Berdampak Unram tidak hanya diukur dari laporan kegiatan, tetapi juga dari lahirnya kisah perubahan di desa yang mampu menjadi contoh pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

"Lebih dari sekadar laporan, kami ingin lahir cerita-cerita nyata dari desa berdaya yang dapat dibagikan melalui website resmi Unram sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan," tambahnya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik Program Profesor Berdampak yang dijalankan Unram.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan akademisi dalam merumuskan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Daftar Ulang SPMB SMPN 4 Mataram Capai 318 Siswa, Kurang Dua untuk Penuhi Standar Kemendikdasmen

Ia mengingatkan pentingnya mendengarkan suara ilmuwan dalam setiap proses pembangunan daerah.

"Setiap film bencana selalu dimulai dari pemerintah yang mengabaikan ilmuwan. Saya tidak ingin NTB ke depan masuk dalam situasi bencana karena kita tidak mendengarkan ilmuannya," tegas Iqbal.

Ia menyebut para profesor memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan manfaat melalui ilmu yang dimiliki.

Menurut dia, keahlian para akademisi dapat memperkuat berbagai program pembangunan yang masih menghadapi banyak keterbatasan.

Baca Juga: Golden Ticket Management Siap Diluncurkan, Dikpora NTB Kirim Kepala Sekolah Berprestasi Benahi Sekolah Sepi Peminat

Iqbal juga mengungkapkan pengalamannya menyaksikan langsung kondisi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Menurutnya, persoalan itu tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga keterbatasan keterampilan, pendidikan, dan akses terhadap berbagai layanan dasar.

Karena itu, pembangunan jejaring sosial dan sistem perlindungan sosial perlu diperkuat bersama.

"Inilah saatnya untuk berbuah, menghasilkan manfaat yang nyata, dan dirasakan oleh orang-orang yang paling membutuhkan di desa maupun di pusat. Saya yakin, dengan niat baik, bersama insyaallah kita bisa menciptakan dampak," katanya.

Penandatanganan kontrak Program Profesor Berdampak sekaligus menandai komitmen bersama Unram dan Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

Melalui kolaborasi ini, para guru besar diharapkan menjadi penggerak transformasi desa sekaligus memperkuat daya saing daerah melalui inovasi dan hasil riset. 

Editor : Kimda Farida
#23 guru besar Unram #Unram #Universitas Mataram #Guru Besar Unram #Program Profesor Berdampak Unram