LombokPost- SMPN 6 Mataram memastikan 99 siswa jalur afirmasi mendapatkan seragam gratis pada tahun ajaran 2026/2027.
Kebijakan ini menjadi komitmen sekolah mendukung pendidikan inklusif sekaligus meringankan beban keluarga kurang mampu menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Program seragam gratis diberikan kepada seluruh peserta didik yang diterima melalui jalur afirmasi.
Mereka berasal dari keluarga desil 1 dan 2 serta penerima bantuan pemerintah, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Dengan dukungan itu, seluruh siswa diharapkan dapat mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 13 Juli dengan perlengkapan sekolah yang lengkap.
Baca Juga: Tadabur Alam Jadi Bekal SMPN 23 Mataram Sambut Tahun Ajaran Baru, Perkuat Kekompakan Guru
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 6 Mataram Cahyo Wirawan mengatakan, kuota 99 siswa jalur afirmasi tahun ini telah terpenuhi.
Ia menegaskan, proses daftar ulang bagi siswa yang dinyatakan lolos tidak dipungut biaya.
"Tidak ada pungutan apa pun. Seluruh peserta yang sudah diterima tidak ada pungutan satu rupiah pun untuk proses daftar ulang," tegas Cahyo.
Selain memberikan seragam gratis, SMPN 6 Mataram akan mengusulkan siswa jalur afirmasi memperoleh bantuan lanjutan dari pemerintah pusat setelah data mereka masuk dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Bantuan itu di antaranya melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Baca Juga: MPLS SD-SMP di Kota Mataram Diawasi Guru, Disdik Pastikan Bullying dan Kekerasan Dicegah
Menurut Cahyo, langkah itu menjadi upaya sekolah memastikan siswa dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala persoalan ekonomi.
Di sisi lain, SMPN 6 Mataram menyiapkan asesmen awal bagi seluruh peserta didik baru sebelum pelaksanaan MPLS.
Sebanyak 40 soal, termasuk lima soal esai, diberikan untuk memetakan kemampuan akademik, literasi, dan kesiapan belajar siswa sejak masuk sekolah.
Hasil asesmen akan menjadi dasar sekolah memberikan pendampingan kepada siswa yang membutuhkan perhatian khusus, terutama siswa yang masih mengalami kesulitan membaca maupun menulis.
Baca Juga: Lolos OSN 2026 Tingkat NTB, Siswa MAN 2 Mataram Siap Harumkan Nama Madrasah di Bidang Ekonomi
"Jika terdapat anak-anak yang teridentifikasi belum lancar membaca dan menulis, kita akan berikan treatment berupa pembinaan khusus," jelasnya.
Melalui program seragam gratis, Cahyo berharap seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa dibatasi kondisi ekonomi.
Kebijakan ini memperkuat komitmen sekolah menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berpihak kepada seluruh siswa.
Editor : Kimda Farida