LombokPost- Rehabilitasi SMAN 4 Mataram memaksa sekolah mengubah pola pembelajaran pada awal tahun ajaran baru. Enam ruang kelas belum dapat digunakan. Sebagian siswa pun harus belajar secara daring.
Sekolah mengambil kebijakan itu agar pembelajaran tetap berjalan. Sebab, aktivitas pembangunan masih berlangsung di lingkungan sekolah. Manajemen sekolah memastikan hak belajar siswa tetap menjadi prioritas.
Kepala SMAN 4 Mataram Jauhari Khalid mengatakan, proyek rehabilitasi dimulai sejak pekan keempat Juni. Pekerjaan meliputi perbaikan atap, plafon, hingga pengecatan secara bertahap.
Saat ini, sekolah merehabilitasi lima ruangan. Rinciannya, tiga ruang administrasi dan dua ruang kelas. Namun, dampak pengerjaan proyek membuat enam ruang kelas tidak dapat digunakan.
"Ketika kita memulai tahun ajaran baru, ada sekitar enam ruang kelas yang tidak bisa dipakai," ujarnya.
Sekolah menerapkan dua skema untuk mengatasi keterbatasan ruang belajar. Tahap pertama berupa pembelajaran daring secara bergiliran, terutama bagi siswa kelas XI.
Baca Juga: UBG Job Expo 2026 Hadirkan Belasan Perusahaan, Buka Peluang Karier bagi Mahasiswa dan Alumni
Menurut Jauhari, sekolah memilih pembelajaran daring sebagai solusi awal. Langkah itu untuk menjaga kegiatan belajar tetap berjalan sambil menunggu perkembangan proyek rehabilitasi.
"Di minggu awal, kita coba dengan belajar daring. Nanti akan dievaluasi setelah satu atau dua minggu berjalan," katanya.
Hasil evaluasi akan menjadi dasar penentuan kebijakan berikutnya. Jika pembelajaran daring belum efektif, sekolah telah menyiapkan sistem double shift. Siswa akan belajar secara bergantian pada kelas pagi dan sore.
Baca Juga: MPLS SMAN 4 Mataram Libatkan BNN, 324 Siswa Baru Dibekali Edukasi Bahaya Narkoba
Langkah itu untuk memastikan seluruh siswa tetap memperoleh layanan pendidikan secara optimal. Sebab, kapasitas ruang kelas berkurang akibat rehabilitasi.
Jauhari menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada Desember mendatang. Target itu sesuai jadwal dalam hasil bimbingan teknis (bimtek).
Setelah proyek rampung, sekolah akan kembali menggunakan seluruh ruang kelas secara normal. Pembelajaran pada semester berikutnya pun dapat berjalan tanpa kendala.
Baca Juga: Maziani Arafat Raih Juara III Olimpiade Bahasa Arab, MTsN 1 Mataram Kembali Torehkan Prestasi
Selama pengerjaan, Jauhari akan terus mengevaluasi efektivitas pembelajaran daring dan opsi double shift. Langkah itu untuk meminimalkan dampak rehabilitasi terhadap kegiatan belajar siswa. Sekolah juga berupaya menjaga kualitas pembelajaran.
Editor : Kimda Farida