Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

288 Mahasiswa FKIP UMMAT Ikuti PLP dan KKN Pendidikan di Lombok Tengah

Akbar Sirinawa • Kamis, 16 Juli 2026 | 11:37 WIB
Pelepasan ratusan mahasiswa FKIP UMMAT yang mengikuti PLP dan KKN Pendidikan.
Pelepasan ratusan mahasiswa FKIP UMMAT yang mengikuti PLP dan KKN Pendidikan.

 

LombokPost-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melepas 288 mahasiswa peserta Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pendidikan Tahun 2026.

Pelepasan berlangsung di Lapangan FKIP UMMAT, Rabu (15/7/2026). Para mahasiswa akan menjalani praktik kependidikan dan pengabdian masyarakat di sejumlah sekolah di Kabupaten Lombok Tengah.

Rektor UMMAT Dr Abdul Wahab menghadiri kegiatan bersama para wakil rektor. Hadir pula Dekan FKIP UMMAT Dr. Muhammad Nizaar, M.Pd.Si., para wakil dekan, ketua program studi, dosen pembimbing lapangan, panitia, dan seluruh peserta.

PLP 2 Terintegrasi KKN Pendidikan memberi mahasiswa pengalaman langsung di lingkungan sekolah. Mereka akan memahami, merencanakan, dan mengelola proses pembelajaran.

Baca Juga: Rektor UMMAT Lantik Enam Pejabat Struktural, Dorong Inovasi dan Penguatan Internasionalisasi Kampus

Selain mengajar, mahasiswa akan menjalankan program pengabdian sesuai kebutuhan sekolah dan masyarakat. Mereka juga akan menerapkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang diperoleh selama kuliah.

Program ini sekaligus melatih mahasiswa menghadapi dinamika dunia pendidikan. Mereka dituntut mampu bekerja sama dengan sekolah dan masyarakat.

Rektor UMMAT Dr Abdul Wahab mengapresiasi seluruh mahasiswa peserta. Menurutnya, kegiatan lapangan menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kompetensi dan membentuk karakter calon pendidik.

“Jadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar yang sesungguhnya untuk mengasah kompetensi, membangun karakter, dan menunjukkan dedikasi sebagai calon pendidik. Jagalah nama baik Universitas Muhammadiyah Mataram serta bangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah dan masyarakat,” pesannya.

Baca Juga: Mahasiswa Internasional UMMAT Raih Bronze Medal ISF 2026

Ia meminta mahasiswa menjadikan setiap pengalaman di lokasi penugasan sebagai bekal menjalani profesi guru.

“Manfaatkan setiap pengalaman yang diperoleh sebagai bekal menjadi guru profesional yang mampu menghadirkan perubahan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” lanjutnya.

Dekan FKIP UMMAT Dr Muhammad Nizaar mengatakan, mahasiswa FKIP memikul tanggung jawab besar sebagai calon tenaga pendidik profesional.

Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai kemampuan akademik. Mereka juga perlu memiliki keterampilan mengajar, mendidik, berkomunikasi, dan menjadi teladan.

“Mahasiswa FKIP harus memiliki keterampilan yang berbeda, terutama dalam kemampuan mengajar dan mendidik di sekolah. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, membangun karakter sebagai pendidik, serta menunjukkan etika, kedisiplinan, dan profesionalisme,” tegasnya.

Baca Juga: PPG FKIP UMMAT Bekali Calon Guru dengan Bela Negara di Korem 162/WB

Ia juga meminta mahasiswa beradaptasi dengan budaya sekolah. Mereka harus menghormati guru dan tenaga kependidikan serta membangun hubungan harmonis dengan siswa dan masyarakat.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Unit Pengelola Praktik Lapangan (UPPL) FKIP UMMAT Syafruddin Muhdar berharap seluruh peserta menjalankan program dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

“Kami berharap seluruh mahasiswa mengikuti setiap tahapan kegiatan di lapangan dengan sungguh-sungguh serta menjaga koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan dan pihak sekolah. Dengan demikian, pelaksanaan program dapat berjalan lancar dan menghasilkan capaian yang maksimal,” ungkapnya.

Melalui program ini, FKIP UMMAT berupaya mencetak calon guru profesional, berkarakter Islami, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan.

Seluruh peserta juga diminta menjaga nama baik almamater dan menjunjung etika profesi keguruan. Mereka diharapkan membangun kolaborasi dengan sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat selama menjalankan program.

Editor : Akbar Sirinawa
Mahasiswa UMMAT PLP 2 KKN Pendidikan Lombok Tengah FKIP UMMAT