KKN UMMAT Kelompok 48 Ajak Warga Desa Giri Sasak Wujudkan Generasi Sehat dan Melek Digital

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 19:10 WIB
Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 48 saat melaksanakan sosialisasi bertema “Bersama Membangun Generasi Sehat, Cerdas, Bebas Stunting dan Jauh dari Penipuan Digital” di Desa Giri Sasak, Kuripan, Lombok Barat, Kamis (15/7). (IST/LOMBOK POST)
Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 48 saat melaksanakan sosialisasi bertema “Bersama Membangun Generasi Sehat, Cerdas, Bebas Stunting dan Jauh dari Penipuan Digital” di Desa Giri Sasak, Kuripan, Lombok Barat, Kamis (15/7). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Kelompok 48, melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan tema “Bersama Membangun Generasi Sehat, Cerdas, Bebas Stunting dan Jauh dari Penipuan Digital”, di Desa Giri Sasak, Kuripan, Lombok Barat, Kamis (15/7).

“Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan, sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui peningkatan pemahaman terkait kesehatan keluarga dan keamanan dalam penggunaan teknologi digital,” terang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMMAT Ahadiah Agustina. 

Baca Juga: 11 Mahasiswa UMMAT Raih Prestasi di Peksimida NTB

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. 

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya perangkat desa, kader posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita, pemuda, serta masyarakat Desa Giri Sasak. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMMAT berupaya memberikan edukasi, mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini, sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dan waspada dalam menghadapi berbagai ancaman penipuan di ruang digital.  

Ahadiah menegaskan, mahasiswa KKN memiliki peran strategis, sebagai agen perubahan yang tidak hanya hadir untuk membantu masyarakat, tetapi juga memberikan edukasi serta mendorong terciptanya solusi, terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.  

Baca Juga: Dosen UMMAT Perkuat Kompetensi Bahasa Arab di Universitas Umm Al-Qura, Arab Saudi

Pada sesi pertama, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu panjang. 

“Penyampaian materi mencakup berbagai faktor penyebab stunting,” kata dia. 

Kemudian, dijelaskan tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita, manfaat pemberian ASI eksklusif, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak melalui layanan posyandu secara rutin.  

Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mengenai berbagai upaya yang dapat dilakukan keluarga dalam mencegah stunting, mulai dari masa kehamilan, pemberian asupan bergizi, hingga pemenuhan kebutuhan kesehatan anak pada masa pertumbuhan.  

“Sesi selanjutnya membahas mengenai pencegahan penipuan digital yang semakin marak terjadi, di tengah perkembangan teknologi,” ujarnya. 

Baca Juga: PMR SMAN 9 Mataram Raih Juara I Pentas Seni pada Gelora KSR PMI Unit Ummat VI

Mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai berbagai modus kejahatan digital, seperti tautan palsu (phishing), penipuan berkedok hadiah, pinjaman online ilegal, pencurian data pribadi, hingga penyalahgunaan kode OTP. 

Di kesempatan itu, masyarakat diingatkan untuk selalu berhati-hati dalam menerima informasi digital, tidak mudah membagikan data pribadi, serta melakukan verifikasi sebelum melakukan transaksi melalui platform digital.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. 

Ahadiah mengaku, antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif peserta yang menyampaikan, berbagai pertanyaan terkait kesehatan anak maupun cara melindungi diri dari ancaman penipuan digital. 

“Mahasiswa KKN juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun keluarga yang sehat, cerdas, serta memiliki kemampuan literasi digital yang baik,” jelasnya. 

Baca Juga: Mesin Pengolah Mengkudu Karya Dosen UMMAT Dipatenkan

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 48 berharap, masyarakat Desa Giri Sasak semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sebagai langkah investasi bagi masa depan generasi penerus bangsa. 

Selain itu, masyarakat didorong memanfaatkan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab sehingga tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan berdaya saing.  

Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, program sosialisasi ini, bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Desa Giri Sasak. 

“Mudah-mudahan ini bisa mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan terlindungi dari berbagai tantangan di era digital,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Pengabdian kepada masyarakat Universitas muhamadiyah mataram Stunting