Remaja Batukumbung Dilatih Jadi Agen Perubahan Cegah Kanker Paru dan PTM

Siti Aeny Maryam • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:17 WIB
Dosen Poltekkes Kemenkes Mataram gelar Pelatihan demi pencegahan kanker paru-paru dan PTM pada remaja di Desa Batukumbung Lingsar Lombok Barat.
Dosen Poltekkes Kemenkes Mataram gelar Pelatihan demi pencegahan kanker paru-paru dan PTM pada remaja di Desa Batukumbung Lingsar Lombok Barat.
LombokPost - Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya rokok dan penyakit tidak menular (PTM) terus dilakukan. 

Salah satunya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Tutor Sebaya sebagai Agen Perubahan Gaya Hidup Sehat untuk Pencegahan Kanker Paru-Paru dan Penyakit Tidak Menular pada Remaja” yang dilaksanakan di Desa Batukumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 23 Mei 2026 tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Poltekkes Kemenkes Mataram. 

Baca Juga: Sentuhan Kasih Ibu di Balik Kilau Gaun Merah

Kegiatan dipimpin oleh Sitti Rusdianah Jafar, SKM., M.Kes, dengan anggota tim drg. Gusti Ayu Sripujawari W., M.Kes dan Dewi Purnamawati, M.Kep.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Batukumbung, H. Wirya Adi Saputra, serta kader remaja di lingkungan Desa Batukumbung sebagai sasaran utama kegiatan.

Pelatihan ini dilatarbelakangi pentingnya membangun kesadaran kesehatan sejak usia remaja. Remaja dinilai memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada teman sebaya, keluarga, maupun lingkungan sekitarnya.

Melalui pendekatan tutor sebaya, remaja tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga dipersiapkan menjadi agen perubahan (change agent) yang mampu memberikan edukasi dan mengajak teman-temannya menerapkan gaya hidup sehat.

Baca Juga: Komunitas Bawah Pohon Pustaka, Cara Anak Muda Menghidupkan Literasi,

Ketua tim pengabdian, Sitti Rusdianah Jafar, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa remaja merupakan kelompok yang sangat potensial untuk menjadi penggerak perubahan perilaku kesehatan di masyarakat.

“Remaja memiliki kemampuan untuk memengaruhi teman sebayanya. Karena itu, mereka perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang benar agar dapat menjadi tutor sebaya dan menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang mudah diterima oleh teman-temannya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan pengetahuan mengenai kanker paru-paru, penyakit tidak menular, faktor risiko, serta pentingnya menerapkan gaya hidup sehat. Edukasi juga diarahkan pada upaya pencegahan perilaku merokok dan penguatan kampanye anti rokok di kalangan remaja.

Kegiatan Pelatihan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Poltekkes Kemenkes Mataram. 
Kegiatan Pelatihan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Poltekkes Kemenkes Mataram. 

Menurut tim pengabdian, pencegahan kanker paru dan PTM tidak cukup hanya dilakukan melalui pengobatan ketika seseorang sudah mengalami penyakit. Pencegahan perlu dimulai sejak dini melalui perubahan perilaku, termasuk menghindari rokok, menjaga pola hidup sehat, serta meningkatkan kesadaran terhadap berbagai faktor risiko penyakit.

Kepala Desa Batukumbung, H. Wirya Adi Saputra, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pembekalan pengetahuan kesehatan kepada remaja merupakan langkah penting karena generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan kondisi kesehatan masyarakat di masa mendatang.

“Remaja harus dibekali pengetahuan karena mereka adalah change agent. Salah satu hal penting yang harus ditanamkan adalah bagaimana menjaga kesehatan dan tidak merokok,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan melalui peran aktif kader remaja dalam memberikan edukasi kepada teman sebaya di lingkungan Desa Batukumbung.

Sementara itu, melalui kegiatan ini, para kader remaja diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan. Mereka diharapkan dapat mengajak teman sebaya untuk menjauhi rokok, mengenali risiko penyakit tidak menular, serta membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia muda.

Pendekatan tutor sebaya juga dinilai memiliki keunggulan karena pesan kesehatan disampaikan oleh orang yang berada dalam kelompok usia yang relatif sama. Dengan demikian, komunikasi diharapkan menjadi lebih dekat, terbuka, dan mudah diterima.

Baca Juga: Kerugian Akibat Kebakaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Masih Dihitung

Kegiatan pengabdian ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kader remaja diharapkan dapat membangun lingkungan yang semakin mendukung perilaku hidup sehat.

Dengan terbentuknya remaja sebagai agen perubahan, upaya pencegahan kanker paru-paru dan penyakit tidak menular diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari masyarakat, khususnya dari generasi muda Desa Batukumbung.

Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Liputan
penyakit Lombok Barat pelatihan masyarakat sehat