LombokPost- Universitas Mataram (Unram) menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Selain mengirim bantuan kemanusiaan, Unram memberikan pembebasan UKT 138 mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana.
Kebijakan pembebasan UKT mahasiswa NTT tersebut menjadi bentuk dukungan Unram kepada mahasiswa asal NTT yang sedang menghadapi situasi sulit akibat gempa bumi di daerah asal mereka. Langkah kemanusiaan Unram tidak berhenti pada bantuan pendidikan.
Rektor Unram Prof Sukardi mengatakan, kampus juga mengerahkan sumber daya untuk membantu masyarakat terdampak gempa, terutama di wilayah Manggarai Timur.
Baca Juga: Poltekkes Mataram Kembangkan Rajalom untuk Ibu Nifas di Lombok Barat
“Selain dukungan bagi mahasiswa, Unram juga mengerahkan sumber daya untuk membantu penanganan masyarakat terdampak gempa, khususnya di wilayah Manggarai Timur,” kata Prof Sukardi.
Sebagai bagian dari bantuan Unram untuk korban gempa NTT, sebanyak 16 tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya telah diberangkatkan ke Manggarai Timur.
Tim medis Unram telah tiba di lokasi bencana. Mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak sekaligus membawa obat-obatan dan perlengkapan medis yang dibutuhkan.
Baca Juga: Siswi MAN 2 Mataram Bawa Rimpu Bima ke Panggung Dunia di Mesir
Pengiriman tenaga medis tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Unram terhadap korban gempa NTT. Kampus tidak hanya memberikan dukungan kepada mahasiswa asal NTT, tetapi juga ikut membantu masyarakat yang berada di wilayah terdampak bencana.
Dukungan kemanusiaan Unram kemudian diperkuat dengan keterlibatan mahasiswa. Sebanyak 23 mahasiswa relawan BEM Unram didampingi tiga dosen diberangkatkan pada Kamis (20/8). Para relawan membawa bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok untuk masyarakat terdampak gempa. Kehadiran mahasiswa tersebut menjadi bagian dari gerakan bantuan kemanusiaan Unram untuk membantu pemulihan masyarakat NTT.
Pada waktu yang sama, Unram juga menugaskan dua kelompok dosen dan dokter dengan total 21 orang melalui program Pengabdian Berdampak. Tim tersebut menjalankan proyek kemanusiaan di lokasi terdampak dengan melibatkan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan mahasiswa.
Baca Juga: PTN KTI Pacu Daya Saing Indonesia Timur, Unram Dorong Bantuan UKT
Keterlibatan dosen, dokter, tenaga kesehatan, dan mahasiswa menunjukkan bahwa Unram membantu korban gempa NTT melalui berbagai pendekatan. Bantuan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga pelayanan kesehatan dan pengabdian langsung di tengah masyarakat.
Selain mengirim tenaga medis dan relawan, Unram juga masih membuka penggalangan donasi dari sivitas akademika serta masyarakat. Donasi yang terkumpul nantinya disalurkan secara langsung melalui Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.
Penyaluran tersebut ditujukan untuk mendukung penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa. Dengan demikian, bantuan Unram untuk korban gempa NTT diharapkan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat di lokasi bencana secara lebih luas.
Baca Juga: SMKPPN Mataram Siapkan Siswa Kerja ke Korea, Bahasa Jadi Bekal Utama
“Seluruh pembiayaan pengiriman tim medis, relawan mahasiswa, maupun tim Pengabdian Berdampak ditanggung oleh Unram,” jelas Prof Sukardi.
Menurutnya, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus untuk hadir bersama masyarakat NTT dalam menghadapi dampak bencana gempa bumi.
Pembebasan UKT 138 mahasiswa asal NTT, pengiriman 16 tenaga medis, pengerahan 23 mahasiswa relawan, hingga tim Pengabdian Berdampak menjadi rangkaian aksi kemanusiaan Unram. Kampus berharap dukungan tersebut dapat membantu mahasiswa dan masyarakat NTT melewati masa sulit akibat gempa bumi.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post