Mahasiswa Jerman PPL di SMAN 3 Mataram, Empat Bulan Mengajar hingga Belajar Budaya Indonesia

Jay • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 17:46 WIB
MEMBAUR: Maxmillian Joas, mahasiswa JMU, Jerman bersama guru SMAN 3 Mataram usai memperkenalkan diri kepada siswa di ruang kelas, Jumat (4/9).
MEMBAUR: Maxmillian Joas, mahasiswa JMU, Jerman bersama guru SMAN 3 Mataram usai memperkenalkan diri kepada siswa di ruang kelas, Jumat (4/9).

 

LombokPost- SMAN 3 Mataram menerima mahasiswa asal Jerman, Maxmillian Joas, untuk menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) selama empat bulan. Selama di Smanti, mahasiswa Universitas Julius-Maximilians Würzburg itu akan mengajar sejumlah mata pelajaran sekaligus mempelajari sistem pendidikan dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kehadiran Max di Smanti memberi kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan penutur dan calon guru dari Jerman. Bagi Max, ini memberinya pengalaman untuk belajar mengenai sistem pendidikan Indonesia, metode pembelajaran di sekolah, serta kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menariknya, Max bukan calon guru dengan satu bidang keahlian. Di Jerman, ia menempuh pendidikan keguruan yang dipersiapkan untuk mengajar di jenjang sekolah menengah atas (SMA).

Baca Juga: Gaji PPPK Paro Waktu Berpotensi Diambil Alih Pusat, APBD Mataram Bisa Lebih Longgar

Kemampuan lintas disiplin yang dimilikinya membuat Max tidak hanya mengajar bahasa Jerman di SMAN 3 Mataram. Ia juga siap membantu pembelajaran matematika, bahasa Inggris, olahraga, hingga ekonomi.

Kehadiran mahasiswa asal Jerman ini juga tidak terjadi secara kebetulan. Max secara mandiri mencari sekolah yang bisa menjadi tempat pelaksanaan PPL di Indonesia. Semula, ia tengah menjalani agenda perjalanan di Asia.

Saat berselancar di internet, Max menemukan profil SMAN 3 Mataram melalui situs web resmi sekolah. Ia kemudian tertarik dengan profil Smanti, terutama karena sekolah itu memiliki keterkaitan dengan program PASCH (Schulen: Partner der Zukunft).

Baca Juga: HUT ke-108 SDN 3 Mataram, Rayakan Maulid Nabi dan Berbagi Sembako

Dari pencarian di internet itulah langkah Max berlanjut. Ia datang langsung ke SMAN 3 Mataram untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan keinginannya menjalani PPL di Lombok.

Proses itu kemudian dilanjutkan dengan pengajuan program melalui kampus asalnya di Jerman, pengurusan visa, hingga akhirnya SMAN 3 Mataram menerima Max menjalani PPL.

“Saya lihat di internet waktu itu ada sekolah program PASCH di Kota Mataram,” ujar Max dengan bahasa Indonesia yang masih terbata-bata.

Baca Juga: SDN 13 Mataram Perkuat Karakter Islami Siswa Lewat Pembiasaan Harian

Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum menyambut baik kedatangan Max. Menurutnya, kehadiran mahasiswa Jerman itu menjadi kesempatan positif bagi para siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda.

Selain memperkenalkan suasana pendidikan di Jerman, Max diharapkan mampu memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih tertarik mempelajari bahasa Jerman. Kehadiran mahasiswa Jerman di SMAN 3 Mataram itu pun diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan mengajar.

Interaksi lintas budaya selama empat bulan ke depan menjadi pengalaman yang bisa memperkaya wawasan Max maupun para siswa Smanti. “Kemampuan mengajar berbagai mata pelajaran dan ketertarikannya terhadap Indonesia, pengalaman PPL Max akan menjadi pengalaman unik yang meninggalkan kesan bagi dirinya dan siswa,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
mahasiswa Jerman PPL di Indonesia mahasiswa Jerman di SMAN 3 Mataram PPL SMAN 3 Mataram sman 3 mataram