SDN 13 Mataram Andalkan Tutor Sebaya, Atasi Keterbatasan Guru

Jay • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:49 WIB
Baiq Nurul Hidayani
Baiq Nurul Hidayani

 

LombokPost- Keterbatasan jumlah tenaga pendidik tak membuat SDN 13 Mataram berhenti berinovasi. Untuk memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya, sekolah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan metode tutor sebaya.

Strategi itu menjadi bagian dari inovasi pembelajaran SDN 13 Mataram. Setiap siswa dipandang memiliki karakteristik, kemampuan awal, dan kecepatan belajar yang berbeda.

Ada siswa yang mampu menangkap materi dengan cepat. Namun, ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang dan pendampingan lebih intensif.

Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Apalagi, sekolah negeri umumnya mengandalkan satu guru kelas tanpa asisten pendamping.

Karena itu, guru di SDN 13 Mataram dituntut mampu mengatur strategi agar seluruh siswa tetap terfasilitasi.

Salah satunya dengan menyesuaikan materi dan bentuk pembelajaran berdasarkan kemampuan awal masing-masing anak.

Baca Juga: Unram Perkuat Kerja Sama dengan China, Bidik Magang hingga Riset Bersama

Kepala SDN 13 Mataram Baiq Nurul Hidayani mengatakan, pembelajaran berdiferensiasi diterapkan dengan memberikan perlakuan belajar sesuai kemampuan siswa.

Siswa dengan kemampuan lebih tinggi diberikan tantangan tambahan, berupa soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi maupun jumlah soal yang lebih banyak. 

Sementara itu, guru dapat memusatkan waktu dan energi untuk memberikan bimbingan kepada siswa dengan kemampuan sedang maupun yang masih membutuhkan pendampingan lebih.

“Tidak hanya mengandalkan peran guru, ekosistem kelas juga dihidupkan melalui metode tutor sebaya,” ujar Nurul.

Baca Juga: Mahasiswa Jerman PPL di SMAN 3 Mataram, Empat Bulan Mengajar hingga Belajar Budaya Indonesia

Melalui tutor sebaya, siswa yang memiliki kemampuan lebih baik diberdayakan untuk membantu teman yang masih mengalami kesulitan memahami materi.

Strategi itu membuat proses belajar tidak hanya berlangsung satu arah dari guru kepada siswa. Interaksi antarsiswa ikut dibangun sehingga suasana kelas menjadi lebih aktif dan kolaboratif.

Namun, metode tutor sebaya tidak diterapkan setiap hari. Pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal mata pelajaran serta momentum pembelajaran yang dianggap tepat.

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan tutor sebaya menjadi salah satu cara sekolah menghadapi keterbatasan tenaga pendidik.

Dengan pembagian peran itu, guru tetap dapat memberikan perhatian kepada siswa yang membutuhkan pendampingan lebih.

Di sisi lain, siswa yang memiliki kemampuan lebih tinggi memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sosial dan kolaborasinya.

Baca Juga: Lomba Dulang Penamat MAN 1 Mataram Libatkan BBPOM

“Guru tetap memegang peran utama dalam menentukan materi, memberikan arahan, memantau perkembangan siswa, dan memastikan proses pendampingan berjalan sesuai kebutuhan,” terangnya.

Nurul mengatakan, perpaduan pembelajaran berdiferensiasi dengan tutor sebaya diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih mendalam.

Setiap siswa mendapat kesempatan belajar sesuai kemampuan dan kebutuhannya.

Siswa yang cepat memahami materi memperoleh tantangan lebih, sedangkan siswa yang membutuhkan waktu tambahan mendapatkan pendampingan lebih intensif.

“Dengan memadukan pembelajaran berdiferensiasi, guru tetap dapat menghadirkan proses pembelajaran mendalam yang adaptif, tanpa ada satu pun anak yang merasa tertinggal di kelas,” pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
SDN 13 Mataram pembelajaran berdiferensiasi tutor sebaya pembelajaran berdiferensiasi SDN 13 Mataram tutor sebaya SDN 13 Mataram