
LombokPost - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) memperpanjang masa tanggap darurat pascamusibah kebakaran yang melanda Desa Wisata Adat Sade.
Kebijakan perpanjangan dari 7 hingga 19 September itu difokuskan untuk mempercepat proses pemulihan serta perbaikan infrastruktur di kawasan wisata ikonik itu.
Kepala Pelaksana BPBD Loteng Ridwan Macruf mengungkapkan, penanganan darurat fase awal sebenarnya telah berakhir pada 5 September.
Namun, perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan untuk memastikan masa transisi menuju rekonstruksi dan revitalisasi Desa Wisata Sade dapat berjalan secara matang dan terencana.
“Masa penanganan darurat sebenarnya sudah selesai. Perpanjangan untuk persiapan pemulihan dan perbaikan,” tegas Ridwan di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Loteng di Swiss-Belcourt Lombok, Kamis (10/9).
Baca Juga: Rekonstruksi Lambat, Warga Sade Bangun Hunian Mandiri
Guna mendukung percepatan pemulihan di tingkat tapak, pengelolaan penyaluran logistik bantuan bagi warga dan pelaku pariwisata terdampak kini resmi dialihkan kepada pemerintah desa setempat. BPBD memastikan stok bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat masih sangat mencukupi.
“Sangat cukup,” cetusnya.
Sementara itu, untuk menjaga dinamika kawasan wisata dan aktivitas warga, BPBD tidak mendirikan tenda pengungsian terpusat. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah kerabat terdekat sembari mulai mempersiapkan pembangunan kembali rumah adat dan lapak usahanya secara mandiri.
“Perpanjangan masa tanggap darurat ini penting untuk menyelaraskan skema penanganan dan desain rekonstruksi agar tidak bertabrakan dengan rencana dari pemerintah pusat maupun daerah,” tambah Ridwan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




