Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rekonstruksi Lambat, Warga Sade Bangun Hunian Mandiri

L
Penulis: Lestari Dewi❯
Warga Sade mulai membangun kerangka rumah adat mereka di Desa Wisata Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Loteng, Rabu (9/9). Tak enak menumpang lama, warga nekat bangun rumah adat mereka meski harus berutang.
Warga Sade mulai membangun kerangka rumah adat mereka di Desa Wisata Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Pujut, Loteng, Rabu (9/9). Tak enak menumpang lama, warga nekat bangun rumah adat mereka meski harus berutang.

Advertisement

 

LombokPost - Warga terdampak kebakaran di Desa Wisata Sade mulai membangun hunian sementara secara mandiri sambil menunggu rekonstruksi dari pemerintah. Sebagian warga bahkan terpaksa berutang agar memiliki tempat berteduh sebelum musim hujan tiba.

“Saya beli kayu kempas dan akasia sebanyak sembilan tiang kayu sesuai struktur asli rumah adat. Kalau bahan alang-alang untuk atap, ada donasi dari wisatawan mancanegara,” ujar Nurasid, salah seorang warga terdampak, Rabu (9/9).

Advertisement

Memanfaatkan waktu luang lantaran belum bisa kembali bekerja, warga bergotong royong mendirikan kerangka bangunan yang ditargetkan rampung dalam sepekan. Namun, dana bantuan itu jelas tak mencukupi seluruh kebutuhan pembangunan.

“Sesuai dana yang ada dulu,” cetusnya.

Advertisement

Kabul Sangaji, warga Sade lainnya, mengaku terpaksa berutang ke tetangga di luar dusun demi menutup kekurangan biaya material. Langkah ini dia tempuh agar keluarganya setidaknya memiliki tempat beralas terpal yang bisa diandalkan saat hujan turun.

“Terasa lebih nyaman karena milik sendiri. Nanti kalau bantuan rekonstruksi dari pemerintah cair, uangnya bisa dipakai untuk melunasi utang,” tutur Kabul.

Kabul juga menumpahkan kekecewaannya terkait lambatnya proses rekonstruksi dari pemerintah daerah maupun pusat. Menurutnya, warga sangat mendukung tempat tinggal mereka akan dilengkapi hidran dan instalasi listrik yang aman. Tetapi, pemerintah seharusnya memprioritaskan pembangunan hunian warga terlebih dahulu dibandingkan fasilitas penunjang lainnya.

“Kami butuh tempat berlindung dari hujan,” tegasnya.

Tak hanya kehilangan tempat tinggal, musibah kebakaran ini memutus mata pencaharian warga, khususnya para perempuan pencari nafkah. Tanpa alat tenun yang tersisa, para ibu rumah tangga kini sama sekali tidak memiliki penghasilan.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rekonstruksi Desa Adat Sade di Lombok Tengah Dikerjakan Keroyokan

Rekonstruksi Desa Adat Sade di Lombok Tengah Dikerjakan Keroyokan

Rekonstruksi Sade meliputi pemulihan ekonomi, pembangunan fasilitas, relokasi warga, serta penguatan mitigasi bencana.

Sade Bangkit, Warga Mulai Cicil Bangun Rumah Adat

Sade Bangkit, Warga Mulai Cicil Bangun Rumah Adat

Pemulihan Dusun Sade mulai bergerak setelah kebakaran, ditopang bantuan Rp 1 miliar dari The Dudas-1 warga prioritaskan cicil material rumah

Gubernur NTB Minta Percepat Status Desa Adat dan Cagar Budaya Sade

Gubernur NTB Minta Percepat Status Desa Adat dan Cagar Budaya Sade

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong percepatan penetapan Desa Wisata Sade sebagai desa adat sekaligus cagar budaya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer