
LombokPost- Ada yang berbeda dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 1 Mataram. Selain kegiatan keagamaan, madrasah menggelar Lomba Dulang Penamat yang melibatkan perwakilan siswa dari setiap kelas.Yang menarik, lomba tersebut tidak hanya menguji kreativitas siswa dalam menata dulang. BBPOM Mataram ikut turun sebagai dewan juri untuk menilai keamanan makanan yang disajikan peserta.
Lomba Dulang Penamat MAN 1 Mataram digelar di halaman madrasah, Sabtu (5/9). Para siswa menampilkan kreasi terbaik sekaligus mengenalkan kembali tradisi masyarakat Lombok dalam memperingati Maulid Nabi. Kehadiran BBPOM Mataram membuat penilaian lomba semakin lengkap. Selain unsur estetika dan tradisi, makanan yang disajikan peserta juga harus memenuhi aspek kebersihan dan keamanan.
Tim BBPOM menilai higienitas, keamanan pangan, dan kelayakan gizi makanan dalam dulang. Sementara Komite Sekolah menilai estetika, kelengkapan unsur tradisi, serta kekompakan peserta.
Kepala MAN 1 Mataram Lalu Syauki mengatakan, Lomba Dulang Penamat bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan Maulid Nabi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi siswa. Mereka diajak mengenal keteladanan Rasulullah sekaligus memahami pentingnya menjaga tradisi daerah.
“Lomba Dulang Penamat ini menjadi momentum penting untuk menanamkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenalkan tradisi luhur masyarakat Lombok kepada generasi muda,” ujar Syauki.
Kehadiran BBPOM Mataram juga memberikan pengalaman baru bagi siswa. Peserta tidak cukup hanya membuat dulang yang menarik secara tampilan. Makanan yang disajikan harus memperhatikan kebersihan, keamanan, dan kelayakan untuk dikonsumsi.
“Melalui kehadiran juri dari BBPOM, kami juga ingin mengedukasi siswa tentang pentingnya menyajikan makanan yang tidak hanya lezat dan indah secara estetika, tetapi juga thayyib, bersih, dan aman untuk dikonsumsi,” kata Syauki.
Dulang Penamat merupakan salah satu tradisi yang lekat dengan masyarakat Lombok. Penyajian makanan dalam dulang menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan. Nilai tersebut coba diwariskan kepada generasi muda melalui Lomba Dulang Penamat MAN 1 Mataram. Setiap perwakilan kelas menampilkan kreasi masing-masing. Dulang ditata sedemikian rupa agar menarik sekaligus tetap memperhatikan unsur tradisi. Namun, ada satu hal yang juga menjadi perhatian. Makanan dalam dulang harus memenuhi aspek keamanan pangan dan higienitas.
Penilaian BBPOM Mataram menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Siswa pun mendapatkan pembelajaran bahwa melestarikan budaya dapat berjalan beriringan dengan penerapan pola hidup bersih dan aman. Tradisi tetap dijaga, tetapi kualitas makanan juga harus diperhatikan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




