LombokPost- Universitas Mataram (Unram) terus memperkuat pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Melalui Unit Layanan Kesejahteraan Mahasiswa, Unram menggelar Pembinaan Karakter Mahasiswa Penerima Beasiswa ADik Unram Tahun 2026, Selasa lalu (8/9).
Pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa ADik Unram itu tidak hanya menyoroti capaian akademik. Mahasiswa juga dibekali kemampuan mengelola persoalan perkuliahan, mengatur waktu, membangun karakter, dan menjaga keberlanjutan studi hingga lulus.
Dalam kegiatan itu, UPA Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (BKPK) Unram turut memberikan pembinaan. Dua pemateri dihadirkan, yakni Rahma Talitha dan Efan Yudha Winata, Psikolog.
Baca Juga: Unram dan Universität Kassel Perkuat Kerja Sama Riset
Rahma mengajak mahasiswa penerima Beasiswa ADik memahami berbagai persoalan yang dapat muncul selama menjalani perkuliahan. Salah satunya adalah kecemasan akademik.
Kecemasan akademik, kata Rahma, dapat dipengaruhi faktor internal, eksternal, maupun situasional. Dampaknya pun bisa merembet pada konsentrasi, motivasi, kebiasaan belajar, hingga prestasi akademik. Karena itu, mahasiswa penerima Beasiswa ADik Unram perlu memiliki kemampuan mengelola tuntutan akademik. Salah satu cara yang diperkenalkan dalam pembinaan itu adalah Eisenhower Matrix.
Metode ini membantu mahasiswa menentukan prioritas berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensi sebuah pekerjaan. Tugas kemudian dikelompokkan ke dalam empat kategori, yakni *Do Now, Schedule, Delegate, dan Delete.
Baca Juga: Siswi MAN 2 Mataram Borong Empat Penghargaan di GYC Kairo
Dengan cara itu, mahasiswa diharapkan tidak lagi menghadapi seluruh tugas secara bersamaan. Pengelolaan waktu dan tanggung jawab akademik bisa dilakukan secara lebih terarah.
Sementara itu, Efan Yudha Winata melalui materi “Membangun Karakter, Bukan Cuma Angka” mengajak mahasiswa melihat keberhasilan pendidikan secara lebih luas. IPK tetap penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa. Namun, IPK bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
Mahasiswa penerima Beasiswa ADik didorong menjadikan capaian akademik sebagai bagian dari proses mengenali diri. Evaluasi terhadap kebiasaan belajar dan pengembangan karakter juga menjadi bagian penting selama menjalani perkuliahan.
Baca Juga: SMKN 1 Jonggat Buka Jurusan Teknik Kimia Industri, Siswa Didorong Jadi Wirausaha
Berbagai faktor yang memengaruhi capaian akademik turut dibahas, di antaranya motivasi, tujuan, manajemen waktu, kebiasaan belajar, tekanan pribadi dan keluarga, lingkungan pertemanan, kepercayaan diri, hingga growth mindset.
Untuk memperbaiki kondisi akademik, mahasiswa diperkenalkan empat langkah. Pertama, mengenali diri dan situasi. Kedua, membangun kesadaran. Ketiga, melatih kendali diri. Keempat, menjaga konsistensi sekaligus melakukan evaluasi.
Pola pembinaan itu diharapkan membantu mahasiswa penerima Beasiswa ADik Unram menghadapi persoalan perkuliahan secara lebih matang. Mereka tidak hanya dituntut memperoleh nilai baik, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan mengelola diri.
Baca Juga: Unram Targetkan 34 Profesor Baru dalam Dua Tahun
Pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa ADik Unram juga menekankan tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan pendidikan.
Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unram Dwi Suswanto mengingatkan mahasiswa agar tetap melanjutkan pendidikan dan memenuhi ketentuan akademik yang telah ditetapkan. Mahasiswa penerima Beasiswa ADik juga diminta tidak berhenti di tengah perjalanan maupun berpindah program studi. Sebab, keputusan itu dapat berdampak terhadap keberlanjutan beasiswa.
Melalui pembinaan karakter mahasiswa itu, Dwi menegaskan dukungannya kepada penerima Beasiswa ADik Unram 2026. Dukungan tidak hanya diberikan dalam urusan akademik, tetapi juga pengembangan karakter, pengelolaan diri, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan selama kuliah.
“Dengan dukungan kampus, dosen pembimbing akademik, konselor atau psikolog, keluarga dan teman sebaya, mahasiswa penerima Beasiswa ADik diharapkan mampu menjalani pendidikan dengan lebih percaya diri dan tangguh,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post