Cegah Pernikahan Usia Anak, Dikpora NTB Ajak Siswa SMAN 1 Pringgabaya Gali Potensi Diri

Pujo Nugroho • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 18:40 WIB
Kabid Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi memberikan materi kepada siswa.
Kabid Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi memberikan materi kepada siswa.

 

 

LombokPost - Upaya mencetak generasi muda berdaya saing terus digencarkan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) NTB. Melalui Bidang Kepemudaan, pihak dinas berkolaborasi dengan Paguyuban Putri Kebaya Indonesia NTB 2026 menyelenggarakan sosialisasi edukatif bertajuk “Menggali Potensi Generasi Muda dan Bahaya Merarik Kodek” di SMAN 1 Pringgabaya, Lombok Timur, Sabtu (12/9).

Antusiasme tinggi terpancar saat hampir 500 siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Pringgabaya memenuhi lokasi acara. Agenda ini dirancang sebagai wadah interaktif agar para pelajar mampu mengenali bakat diri sekaligus membentengi diri dari risiko pernikahan usia anak yang masih marak terjadi di daerah.

Sejumlah pemateri kompeten dihadirkan dalam kegiatan kolaboratif ini. Sesi pertama diisi Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi. Sesi berikutnya diwarnai paparan krusial mengenai bahaya Merarik Kodek oleh Hurul In, serta workshop batik alami dari Kirana. Acara dipandu Ketua Panitia Baiq Almira Gina Afrianti dari Paguyuban Putri Kebaya Indonesia NTB 2026.

Baca Juga: Cegah Radikalisme, Dikpora NTB dan Densus 88 Gelar Sosialisasi Anti-Teror di SMAN 9 Mataram

Dalam sesi pembuka, Kabid Kepemudaan Dikpora NTB H. Tarmidzi memompa rasa percaya diri para siswa SMAN 1 Pringgabaya. Ia mengimbau pelajar mencatat minat bakatnya, aktif di organisasi sekolah seperti OSIS, Pramuka, dan PMR, serta berani keluar dari zona nyaman guna memoles soft skill dan kepemimpinan.

Tarmidzi menegaskan pentingnya konsistensi dalam menempa bakat sejak dari bangku sekolah. ”Setiap orang pasti memiliki kelebihan. Maka dari itu, galilah kemampuan yang ada tersebut untuk menjadi sesuatu yang membanggakan,” ujarnya.

Memasuki materi kedua, isu sosial seputar bahaya Merarik Kodek alias pernikahan usia anak dikupas tuntas oleh Hurul In. Perwakilan Paguyuban Putri Kebaya Indonesia NTB 2026 ini mengingatkan pelajar SMAN 1 Pringgabaya agar memperhitungkan dampak jangka panjang pernikahan dini terhadap cita-cita dan masa depan.

Dampak buruk Merarik Kodek tak sekadar menghentikan akses pendidikan, tetapi juga mendatangkan tekanan emosional dan sosial yang berat. ”Biasanya setelah menikah, seseorang akan memiliki keterbatasan dalam berbagai hal, termasuk dalam mengejar karier atau cita-cita,” tegas Hurul.

Baca Juga: Wadah Generasi Muda NTB Unjuk Gigi, Dikpora NTB Gelar Lomba Fashion Show dan Speech Competition

Oleh karena itu, Hurul In mengajak seluruh siswa SMAN 1 Pringgabaya memprioritaskan pendidikan dan mengasah potensi diri daripada terburu-buru mengambil keputusan menikah. ”Buat generasi muda, kejarlah cita-citamu setinggi-tingginya. Berkaryalah dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki, karena itulah salah satu jalan untuk meraih kesuksesan,” pesannya.

Keseruan acara di SMAN 1 Pringgabaya berlanjut pada sesi ketiga lewat pelatihan menggambar batik alami berbahan dedaunan dan kembang alam yang dipandu Kirana. Kemeriahan bertambah ketika penyanyi bakat asal SMKN 1 Dompu, Anis Tasya, tampil menghibur para peserta di sela perlombaan batik.

Melalui sinergi ini, Dikpora NTB bersama Paguyuban Putri Kebaya Indonesia NTB 2026 berharap para pelajar SMAN 1 Pringgabaya makin percaya diri, produktif, serta terhindar dari maraknya praktik bahaya Merarik Kodek demi menyongsong masa depan NTB yang lebih gemilang.

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Dikpora NTB
Dikpora NTB SMAN 1 Pringgabaya Bahaya Merarik Kodek Paguyuban Putri Kebaya Indonesia NTB 2026 pernikahan usia anak