Cegah Bullying di Sekolah, Disdik Mataram Minta Satgas Lebih Aktif

Jay • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 15:38 WIB
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf

 

LombokPost- Upaya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan terus diperkuat.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram meminta seluruh sekolah mengintensifkan peran satuan tugas (Satgas) penanganan kekerasan agar lingkungan belajar tetap aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf mengatakan, kepala sekolah harus memastikan Satgas penanganan kekerasan bekerja aktif.

Keberadaan satgas tidak boleh sekadar memenuhi ketentuan, tetapi perlu menjadi bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang aman.

“Kita sudah ingatkan kepada kepala sekolah agar pembentukan satgas penanganan anak harus diintensifkan agar tidak terjadi kasus bullying,” ujar Yusuf.

Baca Juga: Unram Verifikasi Penerima KIP Kuliah, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Dia menjelaskan, pembentukan Satgas penanganan kekerasan di sekolah merupakan arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kebijakan itu sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Aman dan Nyaman di Sekolah.

Menurut Yusuf, keberadaan Satgas di setiap satuan pendidikan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pencegahan perundungan. Karena itu, sekolah perlu memastikan upaya itu berjalan secara konsisten, bukan hanya ketika muncul persoalan.

“Satgas sudah ada, di setiap sekolah,” sebutnya.

Baca Juga: Minim Guru Seni, Siswa Cakranegara Tetap Berprestasi di FLS3N

Optimalisasi Satgas anti-bullying juga membutuhkan perhatian kepala sekolah, guru, dan seluruh warga sekolah.

Lingkungan yang terbuka terhadap komunikasi diharapkan membantu siswa merasa lebih aman untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. 

Meski belum menerima laporan kasus kekerasan dalam konteks yang disampaikan, Disdik Kota Mataram meminta sekolah tetap meningkatkan kewaspadaan.

Pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi perundungan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Yusuf menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan mengenai perundungan maupun bentuk kekerasan lain di lingkungan sekolah.

Karena itu, sekolah diminta tidak mengendurkan pengawasan meskipun belum ada laporan yang diterima.

Baca Juga: MAN 2 Mataram Bidik Borong Medali di OMI Nasional 2026

“Jika ada laporan kita tindak lanjuti, tapi kalau ndak ada laporan tetap kita suarakan agar kepala sekolah tetap waspada,” tegasnya.

Penanganan laporan menjadi bagian penting dalam memastikan lingkungan sekolah tetap aman.

Selain itu, keberadaan mekanisme pelaporan yang jelas diharapkan membantu persoalan teridentifikasi dan ditangani sesuai ketentuan.

Penguatan peran Satgas antiperundungan di Kota Mataram diharapkan membuat sekolah semakin siap melakukan pencegahan sekaligus merespons setiap dugaan kekerasan secara tepat.

Baca Juga: Family Gathering STTL Mataram, Perkuat Kekompakan dan Motivasi Kerja

Yusuf menambahkan, berdasarkan evaluasi yang disampaikan pihaknya, kasus kekerasan dan perundungan mengalami penurunan sejak Satgas dibentuk di sekolah.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan agar capaian itu dapat dipertahankan. 

Ia berharap seluruh sekolah terus memperkuat peran Satgas dan membangun budaya saling menghormati.

Lingkungan belajar yang aman dan nyaman dinilai penting untuk mendukung perkembangan siswa sekaligus membantu guru menjalankan proses pembelajaran secara optimal.

“Pencegahan bullying diharapkan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas Satgas. Keterlibatan kepala sekolah, guru, siswa, dan seluruh warga sekolah diperlukan agar setiap bentuk kekerasan dapat dicegah sedini mungkin,” pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
1. Disdik Kota Mataram 2. Satgas antiperundungan 3. Pencegahan bullying 4. Perundungan di sekolah 5. Satgas penanganan kekerasan