Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

1.290 Titik Kebakaran Terjadi di NTB, Kerugian Material Ditaksir Tembus Rp 75 Miliar

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Belasan rumah hangus dan puluhan warga terdampak mengungsi, akibat kebakaran melanda permukiman warga di Desa Lido, Kecamatan Belo, Bima, beberapa waktu lalu. (BPBD NTB FOR LOMBOK POST)
Belasan rumah hangus dan puluhan warga terdampak mengungsi, akibat kebakaran melanda permukiman warga di Desa Lido, Kecamatan Belo, Bima, beberapa waktu lalu. (BPBD NTB FOR LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat 1.290 kejadian kebakaran di berbagai wilayah Bumi Gora, sepanjang 1 Januari hingga 31 Oktober 2026. Total kerugian material akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 75,05 miliar.

“Tercatat 1.290 kejadian kebakaran dengan dampak kerusakan pada berbagai objek, mulai dari lahan, permukiman hingga pusat ekonomi,” terang Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin, Rabu (4/11).

Dari total kerugian tersebut, petugas berhasil menyelamatkan harta benda dengan nilai taksiran Rp 11,41 miliar. Masih berdasarkan data BPBD NTB periode 1 Januari hingga 31 Oktober 2026, kebakaran juga berdampak terhadap 3.503 jiwa.

Sebanyak 1.430 kepala keluarga (KK) atau 3.516 jiwa tercatat berhasil diselamatkan dalam penanganan kejadian tersebut. Sementara itu, dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka. 

Dari klasifikasi objek yang terbakar, kebakaran lahan mendominasi dengan 603 kejadian. Berikutnya, kebakaran permukiman sebanyak 250 kejadian, TPS/TPS sebanyak 144 kejadian, dan kategori lainnya sebanyak 148 kejadian.

Advertisement

“Kebakaran juga terjadi di sejumlah objek yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan pelayanan publik,” tambah Sadimin.

Tercatat 60 kejadian kebakaran di pusat ekonomi, 31 kejadian pada objek vital, 22 kejadian di fasilitas kesehatan, serta 11 kejadian di kantor. 

Selain itu, terdapat 10 kejadian kebakaran di fasilitas pendidikan, tujuh kejadian di hotel atau penginapan, serta masing-masing dua kejadian pada fasilitas ibadah dan transportasi. Sementara itu, kategori kebakaran hutan tercatat nihil.

Mengacu sebaran wilayah, Lombok Timur menjadi daerah dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 280 kejadian. Kebakaran lahan di daerah tersebut mencapai 157 hektare. Selain itu, tercatat 31 kejadian kebakaran TPS/TPS dan 31 kejadian kebakaran permukiman. 

Wilayah berikutnya adalah Sumbawa dengan 196 kejadian. Kebakaran lahan di daerah ini mencapai 110 hektare, disusul 30 kejadian kebakaran permukiman dan 24 kejadian pada TPS/TPS. 

Advertisement
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Lombok Tengah Perkuat Mitigasi Kebakaran di Ende

Pemkab Lombok Tengah Perkuat Mitigasi Kebakaran di Ende

Pemkab Lombok Tengah memperkuat mitigasi kebakaran di Desa Wisata Ende dengan menyalurkan bantuan alat pemadam api ringan (APAR).

Kebakaran di Bukit Setampol, Jalur Pendakian Torean Rinjani Ditutup Total

Kebakaran di Bukit Setampol, Jalur Pendakian Torean Rinjani Ditutup Total

Kebakaran hutan di Bukit Setampol membuat Balai TNGR menutup sementara jalur pendakian Torean mulai 23 September 2026.

Dampak Kebakaran Desa Wisata Sade, Kerugian Material Tembus Rp 34 Miliar

Dampak Kebakaran Desa Wisata Sade, Kerugian Material Tembus Rp 34 Miliar

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mencatat total kerugian akibat insiden kebakaran Sade diperkirakan mencapai Rp 34 miliar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer