LombokPost- Mengejar prestasi dan meraih cita-cita penting bagi masa depan. Namun, generasi muda tidak boleh melupakan kesehatan. Pesan itu disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) NTB Sinta Agathia M Iqbal saat memberikan edukasi kanker payudara di SMAN 7 Mataram, Sabtu (24/10).
Bunda Sinta menegaskan, menjaga kesehatan sejak dini merupakan investasi penting untuk membangun masa depan yang berkualitas. Karena itu, edukasi kanker payudara dan pemahaman mengenai deteksi dini perlu dikenalkan kepada pelajar agar mereka lebih peduli terhadap kondisi tubuh sendiri.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak cukup diukur dari materi, tabungan, maupun prestasi akademik. Berbagai pencapaian tersebut akan kehilangan makna apabila tidak diimbangi dengan kondisi fisik dan mental yang sehat.
Baca Juga: PGRI Sandubaya Gandeng Balai Bahasa NTB, Perkuat Literasi Guru untuk TKA
"Untuk apa kita memiliki banyak uang, meraih prestasi, mengejar cita-cita, dan membangun masa depan jika kita tidak menjaga kesehatan?" tegasnya di hadapan para siswa.
Bunda Sinta mengajak para pelajar membiasakan pola hidup sehat, mengenali kondisi tubuh, serta tidak mengabaikan perubahan yang tidak biasa. Kesadaran tersebut penting agar masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal dan memperoleh penanganan yang sesuai.
Menurutnya, edukasi kanker payudara di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah untuk membangun kepedulian terhadap kesehatan sejak usia muda. Pelajar perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai penyakit tersebut, termasuk pentingnya mengenali perubahan pada tubuh dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan tanda yang mencurigakan.
Baca Juga: Siswa SMAN 3 Mataram Juara I Taekwondo NTB, Taklukkan Kategori Under 78 Kg
Selain memahami kanker payudara dan deteksi dini, para siswa juga diajak menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Caranya melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik secara teratur, dan kebiasaan berolahraga.
Bunda Sinta berharap, pemahaman mengenai kesehatan tidak berhenti setelah kegiatan sosialisasi selesai. Para pelajar diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus menyebarkan informasi bermanfaat kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Dalam kegiatan sosialisasi kanker payudara di SMAN 7 Mataram tersebut, dr. Wahyu Nurchalamsah Setiawan hadir sebagai narasumber. Ia memaparkan materi mengenai kanker payudara, mulai dari pengenalan penyakit, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, hingga pentingnya deteksi dini untuk membantu menghindari keterlambatan diagnosis dan penanganan.
Baca Juga: 30 Peserta PKK LPKN Mataram Lulus, 25 Kantongi Kontrak Kerja
Para siswa juga diperkenalkan dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai salah satu cara mengenali perubahan pada payudara. Selain itu, dr. Wahyu menjelaskan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Melalui materi tersebut, peserta didik diharapkan memahami pentingnya mengenali perubahan pada tubuh dan mencari pertolongan medis apabila menemukan tanda yang mencurigakan. Penyampaian materi berlangsung interaktif. Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai kanker payudara, gejala yang perlu diperhatikan, serta langkah-langkah menjaga kesehatan. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, panitia memberikan hadiah kepada siswa yang aktif mengajukan pertanyaan. Kegiatan ini sekaligus memberikan ruang bagi pelajar untuk memperdalam pemahaman mengenai kesehatan dan pentingnya deteksi dini.
Kepala SMAN 7 Mataram Ridha Rosalina menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama serta kehadiran Ketua YKI NTB beserta rombongan dalam kegiatan edukasi kesehatan tersebut. Ia mengimbau seluruh peserta didik agar meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri, khususnya dengan mengenali tanda-tanda kanker payudara dan memahami pentingnya deteksi dini.
Baca Juga: Wisuda 636 Lulusan UBG Mataram, Rektor Anthony: Jangan Hanya Andalkan Ijazah
Menurut Ridha, pendidikan kesehatan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pelajar. Siswa tidak hanya diharapkan mampu meraih prestasi akademik, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat.
Melalui sosialisasi kanker payudara ini, Ridha berharap para siswa memiliki pemahaman mengenai kesehatan, deteksi dini, dan pencegahan keterlambatan penanganan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Edukasi kanker payudara sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan. Dengan memahami pentingnya deteksi dini dan membiasakan pola hidup sehat, siswa diharapkan mampu menjaga kualitas hidup sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post