Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

HFZ Peduli Pendidikan Islam

Administrator • Kamis, 11 April 2019 | 10:50 WIB
Ilustrasi kegiatan di Pondok Pesantren (dok. Lombok Post)
Ilustrasi kegiatan di Pondok Pesantren (dok. Lombok Post)

MATARAM—Kiprah Caleg DPR RI Dapil NTB II (Pulau Lombok) H Ahmad Helmy Faishal Zaini (HFZ) terhadap program-program keumatan tak perlu diragukan. Salah satunya dia termasuk yang menggagas usul inisiatif RUU pesantren dan madrasah.


“Kami memandang, selama ini belum ada payung kebijakan untuk mendorong pemerintah ke arah bagaimana mengafirmasi madrasah dan pesantren,“ katanya kemarin.


Sekjen NU ini mengungkapkan, tahun lalu usul inisiatif tersebut telah diputuskan menjadi RUU. Diharapkan di 2019 bisa menjadi UU dan pemerintah kedepan memiliki payung hukum untuk mengafirmasi pesantren dan madasah.


Menurut caleg PKB ini, pendidikan keagamaan penting karena bisa jadi insipirasi dan sumber moral dalam bermuamalah. Bahkan tokoh pendiri pergerakan Budi Utomo, Dr Soetomo menyebut pesantren telah menjadi sumber pengetahuan dan mata air ilmu bagi masyarakat saat ratusan tahun lalu. Jauh sebelum Hinda Belanda mendirikan sekolah-sekolah rakyat.


“Jadi sebenarnya yang disebut local wisdom atau kearifan lokal yang dimiliki bangsa kita sejak dulu ya adalah pesantren,“ tandasnya.


Selama ini stigma di masyarakat menganggap pendidikan di sekolah umum dan keagamaan berbeda. Alokasi anggaran untuk pendidikan juga lebih besar mengalir kepada sekolah umum. Sementara banyak masyarakat yang mengenyam pendidikan di madrasah maupun pesantren.


“Pembangunan infrastruktur, prasarana di madrasah juga banyak yang kurang atau minim,“ ujarnya.


HFZ meyakini pendidikan umum dan madrasah masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Saat di pesantren, peserta didik ditanamkan kemandirian. Banyak sekali model penempaan diri di pesantren yang tidak didapatkan di sekolah-sekolah.


“Kami harapkan dengan RUU tersebut (RUU Madrasah dan Pesantren) pendidikan madarasah dan pesantren di NTB tidak lagi terpinggirkan,“ imbuhnya.


Di sisi lain, peran para tuan guru dalam perjalanan bangsa ini juga luar biasa. Selain menjadi pemimpin di keagamaan mereka juga jadi pemimpin umat di masyarakat. Sehingga bisa membuat Indonesia tetap aman dan damai. (ida/r2/adv)

Editor : Administrator
#politika