Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pilbup Loteng 2020, Keluarga Bodak tetap Berpeluang

Administrator • Rabu, 10 Juni 2020 | 00:17 WIB
Ilustrasi Bendera Golkar. (Dok. Lombok Post)
Ilustrasi Bendera Golkar. (Dok. Lombok Post)
MATARAM-Hasil musyawarah keluarga Yayasan Attohiriyah Alfadiliyah (Yatofa) Bodak untuk sementara ini memutuskan tidak akan mengusung figur di Pilbup Lombok Tengah (Loteng) 2020. Dengan demikian, figur dari Bodak antara lain H Ahmad Fuaddi, Ferdian Elmansyah, dan H Humaidi tidak ada satupun berpeluang dapat dukungan politik dari Yatofa.

Tetapi bukan berarti peluang mereka tertutup bertarung di Pilbup. Masih ada satu sekenario lagi yang memungkinkan salah satu dari mereka bertarung di Pilgub. “Ya kembali, saya selaku kader partai (Golkar) tergantung perintah partai,” kata H Ahmad Fuaddi FT, kemarin (7/6).

Pernyataan Fuaddi ini membuka peluang figur Bodak masih mungkin bertarung di dunia politik. Entah sebagai kandidat atau pendukung salah satu calon yang diusung Golkar.

Sekalipun Yatofa memilih pasif di politik Pilbup Loteng 2020. “(Sekalipun sebagai abituren Yatofa Bodak), tetapi saya ini kan kader partai, ya kembali ke perintah partai saya,” ulas anggota DPRD NTB itu.

Jika partai Golkar memerintahkannya turun bergerak memenangkan calon yang diusung maka Fuaddi memastikan diri ikut berpolitik. “Artinya Golkar mendukung siapa, saya harus di sana,” terangnya.

Termasuk bila Golkar akhirnya memberi mandat padanya untuk maju sebagai calon kepala daerah. “Iya (termasuk itu)” ulasnya.

Dukungan politik dari keluarga besar memang gagal diperoleh tiga figur utama. Tetapi tidak memangkas hak politik masing-masing figur untuk maju di pentas Pilbup Loteng 2020. Hal ini tidak hanya berlaku pada Fuaddi, tetapi Humaidi dan Ferdi.

Hasil musyawarah keluarga Yatofa Bodak yang memutuskan tidak akan berpolitik di Pilbup 2020, menegaskan tidak akan ada yang dapat dukungan politik. Begitupun penanda Yatofa mulai saat itu tidak akan ikut campur lagi dalam urusan politik. “Ndak ada langkah-langkah apa (politik Yatofa), langkah tegap,” kelakarnya.

Fuaddi yang juga adik dari Bupati Suhaili itu mengatakan tetap patuh pada apapun hasil musywarah keluarga. Dirinya pun tak berminat cari pasangan lagi menyusul keputusan itu, kecuali ada perintah langsung dari Golkar. “Ndak dapat izin dari keluarga bagaimana mau pasang-pasangan,” tandasnya.

Sementara itu, besok rencananya Golkar akan menentukan siapa figur yang akan diusung. Hal ini untuk menyikapi sikap politik Bodak yang memilih tidak ikut ambil bagian di Pilbup Loteng 2020. “Kita akan rapat pada hari Rabu (besok, Red)” kata Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB H Misbach Mulyadi. (zad/r2)

  Editor : Administrator
#Lombok Tengah #Bodak #Pilbup Loteng #Golkar