Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Administrator • Senin, 10 Agustus 2020 | 07:12 WIB
Lale Prayatni (dok. Lombok Post)
Lale Prayatni (dok. Lombok Post)
MATARAM-Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Lale Prayatni alias Lale Sileng bukan perempuan kemarin sore. Dia berasal dari keluarga terpandang dan punya gen politik dari sang kekek dan ibu.

Kakek merupakan Bupati Lombok Tengah pertama yakni Lalu Serinata Wira, yang dilantik 15 Oktober 1945. Sementara sang ibu, Lale Suryatni alias Lale Koning merupakan politisi kawakan.

Lale Koning merupakan anggota DPRD Lombok Tengah, DPRD NTB, dan DPR RI. ”Sekian tahun berkarir di birokrasi saya akan kembali juga melanjutkan gen politik dari kakek dan ibu saya,” katanya.

Semangat pengabdian kedua sosok itu menginspirasi Lale ikut membangun Lombok Tengah yang lebih maju. ”Dari sisi kepemimpinan kakek saya orang yang idealis, orang tua saya juga selalu bekerja sesuai aturan,” katanya.

Integritas menurutnya hal utama yang harus dijaga sosok pemimpin saat ini. Sehingga ia bisa berjuang membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Kedua sosok itu, lajut Lale, juga mengajarkan makna pemimpin sesungguhnya. Spiritnya menjadi kepala daerah bukan untuk berkuasa, namun pemimpin itu mengayomi dan melayani masyarakat. ”Tujuan kita bagaimana agar masyarakat menjadi sejahtera,” ujar mantan asisten II Setda Lombok Barat ini.

Keinginannya maju sebagai calon bupati, kata Sileng, bukan untuk mencari kekayaan. Dari sisi materi ia merasa sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ”Kalau mau cari materi, tinggal saya duduk-duduk saja di rumah insya Allah  ada. Tidak berlebih tetapi cukup,” tuturnya.

Ia benar-benar terpanggil untuk maju sebagai calon bupati karena ingin membangun tanah kelahirannya.”Melanjutkan cita-cita kakek saya yang dulu belum sempat tercapai,” kata mantan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Lombok Barat itu.

Lombok Tengah saat ini membutuhkan sentuhan tangan perempuan agar pembangunan lebih menggeliat dan dirasakan masyarakat. Sebab hakikatnya pembangunan itu untuk masyarakat. ”Perempuan sudah terbukti mampu memimpin daerah,” katanya. (ili)

 

Siapa Lale Sileng?
Editor : Administrator
#Lale Sileng #lale Prayatni #NTB